Teroris di Bandung akan ledakkan Istana & Mako Brimob pakai bom nuklir


FAKTAMEDIA.NET - Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) Jazi Eko Istiyanto mengatakan, ancaman nuklir sudah mulai masuk ke Indonesia. Bahkan dia mencontohkan kasus teroris di Bandung yang berencana meledakkan bom kimia di Mako Brimob hingga Istana Negara, Agustus lalu.

"Anda tahu bom di Bandung kemarin?. Kan sudah menggunakan torium, gampangnya nuklir," kata Eko di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (27/9).

Saat itu kata Eko, aksinya dengan bom nuklir di Bandung itu gagal. Tetapi pemerintah harus tetap waspada karena bahaya tersebut sudah mulai masuk ke Tanah Air.

"Ya itu gagal, karena kebetulan salah, nggak benar itu (meraciknya). Kalau orang profesional ya benar. Tapi bahaya itu sudah menuju ke sana, sudah punya ilmunya dia. Kedepan dia akan berlatih dan lama-lama bisa itu, makanya kita harus waspada," katanya.

Dalam hal ini, Bapeten juga akan minta bantuan dari Badan Tenaga Atom Internasional. Hal ini dikarenakan alat yang dimiliki Bapeten tidak banyak.

Selain itu, Eko juga menyampaikan kalau pihaknya akan ikut mengamankan Asian Games 2018 di Palembang dan Jakarta. Di mana diharapkan seluruh petugas keamanan nantinya dilengkapi detektor nuklir.

"Bapak dan ibu yang terlibat pengamanan akan kita perlengkapi dengan detektor nuklir, dan kita membantu mengamankan itu nanti dari bahaya radiasi nuklir," pungkasnya.

Sebelumnya, teroris di Bandung akan mengubah radioaktif jenis Thorium 232 (Th-232) menjadi Uranium 233 (U-233). Teroris akan menggabungkan Uranium (U-233) dengan Triacetone Triperoxide (TATP) racikan sendiri yang mampu menyerupai Bom Nuklir.

Sumber : merdeka

Subscribe to receive free email updates: