Terbungkam! Nasdem Usulkan Gatot Nurmantyo Jadi Cawapres Jokowi, Begini Kata Jendral Gatot


FAKTAMEDIA.NET - Politikus Nasdem Taufiqulhadi mengusulkan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai cawapres untuk Presiden Joko Widodo dalam pemilu yang akan dihelat 2019. Kombinasi antara militer dan sipili dirasa tepat dan dapat merangkul seluruh elemen masyarakat.

Tapi tak hanya Gatot, Taufiqulhadi juga menyinggung nama Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil sebagai sosok yang tepat sebagai pendamping Jokowi. Menurutnya, kombinasi itu bisa menggambarkan dua latar belakang yang mewakili Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa.

"Selalu orang melihat bahwa representasi pulau Jawa itu adalah penting. Kalau memang ada pulau Jawa harusnya ada luar Jawa juga. Maka orang selalu melihat dalam konteks Indonesia maka kombinasi Jawa dan luar Jawa adalah bagus dan ideal," kata Taufiqulhadi di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (5/10).

"Kalau dari sipil saya harus pertimbangkan itu adalah Sofyan Djalil. Dia akan representasikan luar Jawa. Kalau Pak Jokowi ingin sipil kombinasi Jawa dan luar Jawa itu yang bagus Pak Jokowi dengan Sofyan Djalil," lanjutnya.

Lebih lanjut, anggota Komisi III DPR RI ini menjelasakan bahwa usulan tersebut belum dikeluarkan secara pasti oleh partainya. Hanya beberapa suara kader yang ada di dalam internal Partai Nasdem, termasuk dirinya.

"Sampai saat ini kami  baru menegaskan calon Presiden adalah Pak Jokowi. Kalau untuk sipil wakilnya di luar Jawa yaitu Sofyan Djalil, itu menurut saya representasi," pungkasnya.

Tanggapan Panglima TNI Jendral Gatot

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo disebut akan masuk ke dalam dunia politik. Apalagi, Gatot akan pensiun pada bulat Maret tahun 2018. Tak sedikit pula yang memprediksi Gatot akan menjadi salah satu capres dalam pemilu yang akan dihelat pada 2019 nanti.

Usai perayaan HUT ke-72 TNI di Pelabuhan Indah Kiat, Cilegon, Gatot mengaku tak punya pengalaman dalam berpolitik. Konsep politik yang ada di benaknya adalah politik negara demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Mantan KSAD ini masih pikir-pikir apakah akan terjun ke dunia politik. "Politik, saya tidak punya pengalaman politik. Saya masih pikir-pikir, hanya mengerti politik negara," ujar Gatot di lokasi, Kamis (5/10).

"Pada saat yang sama, saya menegaskan pula bahwa politik TNI adalah politik negara, politik yang diabdikan bagi tegak dan kokohnya NKRI, yang di dalamnya terangkum ketaatan pada hukum, sikap yang selalu menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan mana pun," katanya.

Politik TNI, kata Gatot, juga taat kepada atasan yaitu Presiden RI yang dipilih secara sah sesuai konstitusi. Dalam kesempatan itu, Gatot menegaskan agar jangan ada lagi yang meragukan kesetiaan TNI.

Sumber : viatekno

Subscribe to receive free email updates: