Simak ! Polri Sebut Senpi Pesanan Brimob Bukan Anti-Tank, Tapi Untuk Hadapi Ini !


FAKTAMEDIA.NET - Komandan Korps Brimob Irjen Murad Ismail ikut menjelaskan duduk masalah ratusan senjata milik Polri yang tertahan di Bandara Soekarno Hatta karena menunggu clearance atau persetujuan dari Badan Intelijen Strategis (Bais).

Menurut Murad, senjata yang dipesan salah satunya peluncur gas airmata (tear gas launcher) dan bukan peluncur roket antitank yang merupakan senjata militer.

Senjata ini bisa dipasang di senapan jenis AK-47 dan M-16, namun menembaknya harus memakai peluru hampa di mana baru bisa meluncur.

“Wartawan dengarnya arsenal stand alone (padahal bukan). Ini menembaknya nggak bisa lurus, harus 45 derajat. Pelurunya karet, gas air mata, pelurus asap, dan ada peluru yang menimbulkan ledakan. Ada pula yang tabur,” kata Murad di Mabes Polri, Sabtu (30/9) malam.

“Kalau peluru ini ditembak lurus, maka malah jatuh ke bawah. Ini launcher gas air mata. Bukan untuk senjata antitank. Senjata ini digunakan dalam pertempuran hutan dan kota,” kata mantan Kapolda Maluku ini.

Dengan senjata ini, kata Murad, Kalau ada musuh yang bersembunyi di belakang pohon atau pintu, dia dapat dilumpuhkan dengan senjata ini yang juga punya fungsi granat kejut.

“Bukan untuk antitank ya. Yang jelas pada 2015 kita dikasih rekom (rekomendasi) Bais, 2016 dikasih rekom, dan 2017 ini memang belum dapat rekom. Jadi kita masukin dulu dan nanti dicek untuk Bais apa sesuai manifes,” lanjutnya, seperti dikutip dari Beritasatu.

Yang dimintakan rekomendasi Bais ada 5.932 peluru dan 280 senjata. Kelak senjata ini juga bisa dipakai dalam mengatasi huru-hara karena bisa memakai gas air mata dan asap. Kalau tak dipakai, bisa dimanfaatkan untuk latihan dam pengenalan.

“Begitu barang masuk, kita panggil komandan (Brimob) daerah dan latih penggunaannya. Senjata ini sifatnya kejut. Ini larasnya licin, tidak ada alur. Maka paling jauh larinya (peluru) 100 meter. Senjata (model ini) ada yang dibawa ke Poso dan Papua,” tambahnya.

Namun Murad tidak menjelaskan detail soal senjata itu karena berdasar UU 28/2014 tentang informasi publik ada informasi yang perlu dikecualikan dan tidak bisa diekspos.

“Kita bawa ke Poso. Prioritas penggunaan senjata ini untuk anti teror. Apabila negara dalam keadaan perang, maka Brimob juga bisa membantu tentara dalam peperangan. Membantu TNI dalam melawan musuh negara,” tegasnya.

Murad menambahkan senjata yang dipesan sifatnya non-lethal atau tidak mematikan.

Sumber : sketsanews

Subscribe to receive free email updates: