Mengejutkan ! Ternyata Ini Pemicu Kerusuhan di Kemendagri


FAKTAMEDIA.NET - Kerusuhan dan aksi anarkis yang dilakukan sejumlah massa dari perwakilan Kabupaten Tolikara dikarenakan tak teriman putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Mereka mengklaim sebagai pendukung dari pasangan calon Tabo-Barnabas Weya yang kalah dalam Pilkada Tolikara, dan ditolak uji materinya di MK.

Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri, Sumarsono mengatakan, kejadian ini berkaitan karena masalah Pilkada Tolikara. Singkatnya, para pendukung dari pasangan calon Tabo-Barnabas Weya ini tak terima putusan MK yang sifatnya final dan mengikat. Akhirnya mereka meminta Mendagri Tjahjo mencabut SK dari Bupati dan Wakil Bupati Terpilih, Usman Wanimbo – Dinus Wanimbo.

“Ini contoh ketidaksiapan dalam Pilkada. Kita ini negara hukum, Mendagri pun pasti akan SK-kan apa yang menjadi putusan MK,” kata Sumarsono saat jumpa pers di Kantor Kemendagri, Rabu (11/10).

Dia menambahkan, para perwakilan Papua ini sudah menduduki Papua sejak 2 bulan lalu. Mereka berkali-kali menemui perwakilan pihak Kemendagri untuk melakukan audiensi. Mulai bertemu dengan Sesditjen Polpum sampai pejabat-pejabat teknis lainnya, namun hasil yang disampaikan pemerintah tak bisa mereka terima.

“Puluhan kali kami bertemu dengan mereka. Maksud kami baik, semuanya tamu yang datang, kami terima aspirasinya dengan baik. Namun mereka sulit pahami masalahnya,” ujar dia.

Terakhir, mereka melakukan aksi anarkis dengan memukul seorang pegawai. Akhirnya, kantor Kemendagri menutup akses kepada massa tersebut. Aksi mereka dikonsentrasikan di depan Jalan Medan Merdeka Utara selama berminggu-minggu. Sampai akhirnya memuncak dengan tindakan anarkis dan berujung pada kerusuhan.

Aksi massa yang mengatasnamakan Merah Putih Tolikara ini melakukan aksi perusakan dengan memecahkan kaca gedung Kemendagri, merusak mobil dinas dan pot kembang di halaman kantor. Peristiwa ini berujung rusuh dengan aksi saling timpuk batu antara massa aksi dan para pegawai Kemendagri mengakibatkan 3 orang luka-luka.

“Hasil identifikasi sementara, yang terluka itu ada seorang pengaman dalam (Pamdal) ini yang paling parah, kemudian pak Dirjen Polum Soedarmo kena timpuk di kepala, terakhir adalah wartawan dari MNC TV, kameranya juga rusak,” ujar dia.

Sumber : daulat

Subscribe to receive free email updates: