Kisah Batu Yang Memberi Salam Pada Nabi Muhammad dan 3 Kisah Ajaib Yang Jarang Diketahui


FAKTAMEDIA.NET - Rasulullah SAW merupakan Nabi dan Rasul utusan Allah yang bertugas menyampaikan wahyu Alquran kepada manusia. Istimewanya lagi, Beliau adalah manusia kesayangan Allah sepanjang masa dan tidak ada penggantinya hingga kini.

Sebagai manusia yang paling dicintai, Allah senantiasa menjaga Rasul sepanjang hidupnya. Hari-hari yang dialami Nabi Muhammad SAW penuh dengan keanehan-keanehan yang sulit dicerna dengan logika.

Kisah menarik pertama yaitu berasal dari kisah batu yang memberi salam kepada Rasulullah SAW. Kisah ini berawal ketika Rasulullah masih berada di Mekkah sebelum diangkat menjadi nabi. Ada batu yang memberi salam kepada Nabi. Tentu saja hal ini menjadi unik dan aneh, sebab batu adalah benda yang tidak bisa berbicara.

Rasulullah SAW mengetahui tentang batu tersebut, akan tetapi beliau dan para sahabat tidak ada yang pernah berpikir untuk memungut atau membawa pulang batu tersebut. Mereka tidak pernah berpikir untuk dijadikan penangkal atau alat terapi jika beliau sakit.

Dari sahabat Jabîr bin Samrah, ia berkata bahwa Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda: “Sesungguhnya aku mengetahui sebuah batu di Mekah memberi salam kepadaku sebelum aku diangkat menjadi nabi. Sesungguhnya aku mengetahuinya sampai sekarang” [HR. Muslim]



Kisah Tangis Tiang Masjid Dari Batang Korma



Kisah unik dan menarik lainnya ketika zaman Rasulullah adalah kisah tangis tiang masjid yang berasal dari batang korma. “Dari Jâbir bin Abdillâh ia berkata: “Jika Rasulullâh berkhutbah beliau bersandar kepada batang kurma di salah satu tiang masjid. Tatkala mimbar telah dibuat dan beliau duduk di atasnya, tiang tersebut menangis bagaikan rintihan seekor onta, semua orang yang ada dalam masjid mendengarnya. Lalu Rasulullâh turun dan mengusapnya, barulah ia diam”.

Dalam hadist ini dijelaskan bahwa tiang itu merasa sedih karena Rasulullah tidak lagi menjadikan dirinya sebagai sandaran. Mendengar tangisan tiang tersebut, Rasulullah mengusapnya agar berhenti. Namun tidak untuk mencari keberkahan darinya.



Kisah Batu Hajar Aswad



Kisah yang kedua adalah batu hajar aswad. Sebagai kaum muslimin kita tentu setuju apabila Hajar Aswad disebut sebagai batu yang paling mulia di antara segala batu yang ada di muka bumi.

Namun meskipun demikian, tidak ada satupun sahabat Rasulullah yang menganggap batu itu sakti. Apalagi sampai meminta kesembuhan kepadanya. Oleh sebab itu Amirul Mukminin Umar bin Khatâb Radhiyallahu anhu saat menciumnya di hadapan para kaum Muslimin, beliau berkata:

“Sesungguhnya aku mengetahui bahwa engkau adalah batu yang tidak memiliki mudharat dan tidak pula memberikan manfaat. Jika seandainya aku tidak melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, tentu aku tidak akan menciummu”[HR Bukhari]

Pada saat umat muslim melaksanakan ibadah umarah atau haji, banyak kita lihat di antara mereka yang mencium batu hajar aswad. Adapun hukum dari mencium batu ini hanyalah sekedar mengikuti sunnah Rasulullah SAW saja. Bukan untuk maksud lainnya seperti menyembuhkan penyakit, memurahkan rezeki, dugaan-dugaan khurafat lainnya.

Sumber : kisahtauladan

Subscribe to receive free email updates: