Gus Nuril: TNI dan Polri Harusnya Tangkap yang Serukan Khilafah di Aksi 299


FAKTAMEDIA.NET - Pemimpin Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Soko Tunggal, KH Nuril Arifin Husein mengatakan, TNI harusnya berani mengambil sikap tegas terhadap pihak-pihak yang menyerukan paham khilafah saat menggelar Aksi 299 di depan Gedung DPR, pada Jumat (29/9/2017) lalu.

"Tentara harusnya mengutus tim khususnya untuk melakukan penangkapan ini kan mereka uji coba (membangkitkan khilafah). Tentara harus segera mengambil tindakan berkoordinasi dengan kepolisian, tangkapin dong," ujar Gus Nuril kepada Netralnews.com, Minggu (1/10/2017).

"Harus tegas, jangan hanya nonton bareng, nonton bareng, menjaga Kesaktian Pancasila, tapi demo (menyerukan khilafah) di depan mata dibiarkan begitu saja, itu kan omong kosong namanya," tegasnya.

Dijelaskan Gus Nuril, paham khilafah yang selama ini disebut-sebut diusung oleh ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang telah dibubarkan pemerintah, adalah bertentangan dengan ideologi bangsa, yaitu Pancasila.

Oleh karenanya, sudah menjadi kewajiban TNI dan Polri untuk menumpas kelompok-kelompok yang diduga mencoba mengganti Pancasila dengan ideologi atau paham yang lain, seperti khilafah.
"Kalau dia sudah mengeluarkan ide itu, tentara harus jaga dong. Sebelum ada kejadian itu, sudah di endus bahkan sebelum ada demo tentara sudah paham, intelejennya sudah mendapatkan masukan-masukan gerakannya seperti apa dan sebagainya," ungkapnya.

"Ini sudah membahayakan bangsa dan negara, sudah mengganggu ideologi bangsa kok, ideologi Pancasila sudah terancam dengan khilafah. Dia (TNI) harus turun. Domainnya untuk demo memang kepolisian, tetapi tentara berhak mengamankan jika itu sudah mengancam ideologi bangsa," jelas Gus Nuril.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah ormas dibawah komando Presidium Alumni 212, menggelar aksi damai di depan Gedung DPR pada (29/9/2017). Aksi 299 ini dilakukan untuk menolak  Peeppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang ormas dan menolak kebangkitan PKI.

Dalam Aksi itu mereka juga memrotes  sikap pemerintah yang telah sewenang-wenang membubarkan HTI. Padahal yang diusung HTI adalah ajaran Islam dan tidak bertentangan dengan Pancasila. Sementara itu, disisi lain mereka menuding pemerintah seakan-akan bersikap pasif terhadap bangkitnya paham komunis di Indonesia.

Menariknya, setiap orasi mereka selalu diakhiri dengan teriakan bersahut-sahutan "khilafah! Khilafah! Khilafah!" kemudian diselipkan dengan mengumandangkan lagu Garuda Pancasila.

Sumber : netralnews

Subscribe to receive free email updates: