5 Fakta, laga Brutal Pertandingan PSBK Vs Persewangi, Nomor 4 Cuma Ada di Indonesia


FAKTAMEDIA.NET - Pentas Liga 2 Indonesia baru saja menyuguhkan pertandingan yang sangat tidak etis, brutal dan jauh dari kata fair play. Yaitu pada laga play off khusus antara PSBK vs Persewangi Banyuwangi di Stadion Kanjuruhan Malang, Selasa (10/10/2017) malam.

Laga tanpa penonton ini diwarnai kericuhan sepanjang pertandingan. Pemain dan offisial kedua tim terlibat perkelahian massal. Hingga wasit Suhardiyanto asal Muara Enim dikejar-kejar pemain.

Warganet menganggap pertandingan ini memalukan. Aksi brutal yang dipamerkan kedua kubu dalam laga ini dinilai menunjukkan sikap sangat tidak sportif.

Apa saja yang jadi sorotan dari laga PSBK vs Persewangi? Berikut kami paparkan 8 fakta mencengangkan dari pertandingan Liga 2 itu:

1. Pertandingan play off khusus digelar karena PT LIB menerima protes dari PSBK Kota Blitar yang sebelumnya memutuskan PSBK degradasi ke Liga 3 musim depan.

2. Laga PSB vs Persewangi mencatat rekor kartu merah tercepat. Pemain Persewangi, Didik Ariyanto mendapat kartu merah saat laga baru berjalan 26 detik!

Foto Mediana Faroll Sharoon.


3. Hanya dalam tempo 17 menit pertama, wasit Suhardiyanto sudah mengeluarkan 3 kartu merah. Dua untuk pemain Persewangi, satu lagi untuk pemain PSBK Kota Blitar.

4. Saat Deki Rolias Chandra mendapat kartu merah pada menit 17, para pemain Persewangi melancarkan protes dengan kompak membuka baju. Anehnya, tak satu pun dari mereka mendapat kartu kuning. Padahal dalam aturan FIFA, pemain yang membuka baju harus diganjar kartu kuning.

Foto Mediana Faroll Sharoon.


5. Laga ini harus dihentikan setidaknya sebanyak 4 kali. Masing-masing pada menit 17, kemudian di awal babak kedua, lalu pada menit 81 serta menit 86. Semuanya karena protes terhadap wasit dan perkelahian antar pemain.




Sumber : riauaktual

Subscribe to receive free email updates: