TNI AD Ajak Warga Nonton Film G30S/PKI, Ini Respons Politikus PDIP


FAKTAMEDIA.NET - Wakil Ketua Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menganggap wajar rencana TNI AD yang akan menggelar nonton bareng film 'G 30 S'.

"semua orang punya hak menonton film, apapun judul film itu. Soal film 'G 30 S', film itu legal tayang di negara ini," kata anggota DPR F-PDIP TB Hasanuddin saat dihubungi wartawan, Jumat (15/9/2017).

Hasanuddin menilai, film tersebut tidak dilarang. Soal orang, ya, nonton film, boleh-boleh saja. Ya hak mereka lah, ya.

"Saya dapat informasi juga bahwa film itu bukan film yang terlarang kecuali dilarang negara," ujar Hasanuddin.

Selanjutnya, Hasanuddin mengatakan semua orang punya hak menonton film, apapun judul film itu.

"Bukan soal wajar. Mending ikuti kata-kata saja. Semua orang punya hak untuk nonton. Kalau itu di tempat publik mungkin gratis. Kalau teater, bayar masing-masing dan film itu tak dilarang negara," tegas dia.

TNI AD mengatakan film itu diputar dengan alasan meningkatkan kepekaan prajurit TNI AD akan bahaya kebangkitan paham komunis gaya baru. Apa kata TB Hasanuddin?

"Begini ya. Kalau sekadar mengingatkan oke saja. Kalau dihubungkan gaya baru (komunis), harus dianalisa dulu gaya barunya seperti apa," ucap Mayjen TNI purnawirawan ini.

Ajakan TNI AD untuk menonton film 'G 30 S' sebelumnya beredar lewat WhatsApp Group. Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigadir Jenderal Alfret Denny Tuejeh membenarkan isi pesan berantai tersebut memang dari instasinya. "Iya betul," kata dia saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (15/9).

Menurut Alfret, setiap prajurit TNI harus memiliki kepekaan terkait kemungkinan bangkitnya paham komunis gaya baru. Dalam pesan berantai tersebut, personel Angkatan Darat diminta menyosialisasi rencana pemutaran film 'G 30 S' agar jumlah penonton bisa maksimal. Mereka juga diminta mengajak masyarakat sekitar menonton film tersebut.

Subscribe to receive free email updates: