Santri Tewas Mengenaskan di dalam Kamar Ponpes, Pelakunya Ternyata....


FAKTAMEDIA.NET - Pondok Pesantren Darussalam di Jalan Tambak Anakan, Surabaya, Jawa Timur gempar. Minggu pagi (3/9). Salah seorang siswa di ponpes tersebut ditemukan tewas di dalam kamarnya. Terdapat sejumlah luka lebam di sekujur tubuh jenazah.

Siswa ponpes yang tewas tersebut berinisial MIU, 11. Warga jalan Kejawan Putih tambak VI Surabaya itu tewas dengan luka lebam disekujur tubuhnya. Selain itu terdapat, bekas darah yang keluar dari lubang hidung dan robek kecil di pelipisnya.

Informasi kematian MIU tersebut baru didengar awak media, Senin dini hari (4/9). Saat kabar kematiannya terdengar, posisi jenazah sudah berada di RSUD dr. Soetomo untuk diotopsi.

Adang Andreas, paman korban yang menunggu proses otopsi di ruang jenazah RSUD dr. Soetomo menceritakan, dirinya sudah mendengar dari polisi bahwa MIU sempat dianiaya oleh teman-temannya di pondok.

"Sudah ada yang diamankan sama polisi. Mereka mengakui kalau sudah menganiaya keponakan saya," tutur Adang.

Adang melanjutkan, keponakannya itu dipukul dan ditendang oleh empat orang temannya. MIU sempat dilarikan ke RSUD Soewandhi, tapi di sana dia sudah terbujur kaku.

"Kata polisi memang sempat mendapat perlakuan begitu (dipukul dan ditendang, red). Tapi kalau kata teman-temannya, keponakan saya itu jatuh terus hidungnya keluar darah. Kalau jatuh nggak mungkin seperti ini jadinya, kami berharap ada keadilan," tambah Adang.

Soal kehidupannya, MIU sempat curhat kepada pamannya. Dia mengaky kerap dibully di lingkungan ponpes. "Tidak hanya sekali, tapi berkali-kali mas," tutur Adang.

Sementara itu, hingga saat ini polisi masih menyelidiki kematian korban. Korps Bhayangkara enggan terburu-buru menentukan tersangka.

"Para saksi masih diperiksa sampai saat ini. Kami juga masih berdiskusi dengan Satreskrim Polrestabes Surabaya," jelas Kanitreskrim Polsek Simokerto Iptu Suwono kepada JawaPos.com, Senin siang (4/9).

Berdasar informasi yang didapat JawaPos.com, ada 15 orang yang penghuni pondok yang dimintai keterangan polisi. Kecurigaan penganiayaan itu memang mengarah kepada empat orang siswa ponpes, namun polisi masih belum menetapkannya sebagai tersangka.

Sumber : jawapos

Subscribe to receive free email updates: