Prestasi Jenderal Gatot sudah Mendunia. Sultan Brunei Saja Kagum. Ini Buktinya...


FAKTAMEDIA.NET - Brunei Darussalam I Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menerima Bintang Kehormatan Darjah Paduka Keberanian Lalila Terbilang Yang Amat Gemilang (DPKT), yang disematkan langsung Sultan Brunei Darussalam, Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin Waddulah Ibni Al-Marhum Sultan Haji Omar Ali Saifuddien Sa’adul Khairi Waddien.

Saat menerima itu, Gatot yang didampingi isterinya, Nenny Gatot Nurmantyo di Istana Nurul Iman Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, Kamis (08/10/15). Sebelum acara penganugerahan Bintang Kehormatan, Gatot bersama Nenny didampingi Dubes RI untuk Brunei Nurul Qomar, dan sejumlah petinggi TNI lainnya. Misal, Asintel Panglima TNI Mayjen TNI (Mar) Faridz Washington, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Fransen G. Siahaan, Aspers Panglima TNI Laksda TNI Sugeng Darmawan, Asops Kasad Mayjen TNI Johny L. Tobing, Asops Kasal Laksda TNI Ari Soedewo, Asops Kasau Marsda TNI Barhim, Deputi Bid. Koord Hanneg Kemenkopolhukam Laksda TNI Halomoan Sipahutar, Dirjen Strahan Kemhan Mayjen TNI Yoedhi Swastanto, Kapuskersin TNI Laksma TNI Suselo dan Athan RI di Brunei Darussalam Kolonel Arm Sun Suripto, melakukan kunjungan kehormatan kepada Wamenhan Brunei Darussalam Dato Paduka Haji Mustappha Bin Haji Sirat, di Kementerian Pertahanan, Bolkiah Garrison.

Selanjutnya, Panglima TNI beserta rombongan menuju tempat pelaksanaan Sidang ke-2 Brunei HLC (High Level Committee) tahun 2015 di Mess Pegawai Bolkiah Garrison. Dalam kesempatan tersebut, Gatot selaku Ketua Delegasi HLC Indonesia dan Pangab Brunei Darussalam Mayor Jenderal Pehin Datu Pekerma Jaya Dato Seri Pahlawan Mohd Tawih Bin Abdullah selaku Ketua HLC Brunei membuka dan memimpin pelaksanaan Sidang ke-2 Brunesia HLC.

Tak hanya bintang kehormatan, Gatot juga menerima gelar bangsawan 'Dato Paduka Seri'. Pemberian anugerah tersebut menambah daftar panjang penghargaan militer yang diterima Panglima TNI dari negara-negara tetangga.

Sebagian besar anugerah itu dilakukan berkat upaya Panglima TNI dalam meningkatkan kerja sama militer dengan negara-negara tetangga. Kedekatan dan kebersamaan yang diberikan itulah membuat pemerintah masing-masing negara merasa perlu menyematkan penghargaan. Nah, penghargaan apa saja yang pernah didapatkan Panglima TNI? Simak berikut ini.

Panglima Gagah Angkatan Tentera dari Malaysia

Pendekatan dan berbagai kerja sama antara kedua angkatan perang membuat militer Malaysia memberikan penghargaan khusus kepada mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Djoko Santoso. Djoko dianugerahi Bintang Kehormatan Panglima Gagah Angkatan Tentera dari pemerintah Malaysia.

Penganugerahan tersebut dilakukan di Kuala Lumpur pada 12 Agustus 2010 lalu. Bintang kehormatan itu disematkan oleh Menteri Pertahanan Zahid Hamidi mewakili Yang Dipertuan Agong Malaysia.Usai menerima penghargaan, Djoko mengaku sangat bangga dan berterima kasih kepada Malaysia atas penghargaan dan penghormatan yang diberikan kepadanya, bangsa dan negara Indonesia. Tak hanya bintang kehormatan, Djoko juga menerima penghormatan khusus dari Angkatan Tentera Malaysia (ATM) di halaman Kementerian Pertahanan sebelum kembali ke Tanah Air.

Pingat Jasa Gemilang dari Singapura

Tiga tahun setelah Djoko, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko juga mendapatkan penghargaan militer dari negeri tetangga. Penghargaan tersebut berupa Pingat Jasa Gemilang atau Meritorious Service Medal.

Bintang jasa ini diberikan Presiden Singapura Tony Tan Keng Yam dan disematkan langsung melalui Menteri Pertahanan Singapura Dr Ng Eng Hen. Penyematan tanda jasa ini digelar di MINDEF Singapura, pada 25 November 2013 lalu.

Pemberian medali ini dilakukan pemerintah Singapura berkat kontribusi Moeldoko selaku mantan Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat. Saat menyandang jabatan itu, Moeldoko berhasil memperkuat hubungan kerja sama dan strategis dengan militer Singapura.

Moeldoko juga membina hubungan profesional melalui kontribusi dalam latihan simulator Leopard Main Battle Tank (MBT), serta memberikan dukungan atas suksesnya latihan bilateral Angkatan Darat kedua negara dalam Safkar Indopura dan Chandrapura, yang merayakan ulang tahun ke-25 dan ke-20 tahun ini.

Darjah Kepahlawanan Angkatan Tentera dari Malaysia

Usai menerima penghargaan dari Singapura, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko kembali mendapatkan penghargaan militer dari pemerintah Malaysia. Penghargaan tersebut adalah Bintang Kehormatan Darjah Kepahlawanan Angkatan Tentera (DKAT) pada 9 Februari 2015 lalu.

Bintang Kehormatan DKAT itu disematkan secara langsung oleh Menteri Pertahanan Malaysia Hishamuddin Hussein di Teratai Room Kementerian Pertahanan Malaysia. Di tempat ini pula, Moeldoko menerima Guard of Honor (Upacara Kehormatan Militer) dari Angkatan Bersenjata Malaysia.

Penghargaan tersebut diberikan dalam kunjungan Moeldoko selaku Panglima TNI beserta istri dan didampingi Asops Panglima TNI Mayjen TNI Indra Hidayat ke Malaysia. Di negara itu, dia dan sejumlah perwira TNI mewakili Indonesia untuk mengikuti Sidang ke-12 ACDFIM (Asean Chief of Defence Force Informal Meeting) tahun 2015.

Saat tiba di Lanud TUDM Subang, Malaysia, saat itu Moeldoko disambut Dubes RI Herman Prayitno bersama sejumlah atase pertahanan Kedubes RI di Kuala Lumpur. Sementara, Angkatan Bersenjata Malaysia diwakili Letjen Dato Sri Ackbal Bin Haji Abdul Samad dan Letjen Dato Dr Abdul Rajak Bin Moh Yusof.

Bintang Kehormatan DPKT dari Brunei

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menerima Bintang Kehormatan Darjah Paduka Keberanian Laila Terbilang Yang Amat Gemilang (DPKT). Anugerah tersebut disematkan langsung oleh Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah di Istana Nurul Iman Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam.

Tak hanya menerima Bintang Kehormatan, Gatot juga mendapatkan gelar 'Dato Paduka Seri'. Saat menerima anugerah tersebut, dia ditemani sang istri Nenny Gatot Nurmantyo. Penerimaan gelar tersebut merupakan rangkaian dari kunjungan Panglima TNI ke Brunei Darussalam. Kunjungan pertama dilakukan dengan menggelar pertemuan bersama Wakil Menteri Pertahanan Dato Paduka Haji Mustappha Bin Haji Sirat.

Selanjutnya, Panglima TNI beserta rombongan menghadiri sidang ke-2 Brunesia HLC (High Level Committee) tahun 2015 di Mess Pegawai Bolkiah Garrison. Dalam pertemuan itu, Gatot bertindak sebagai Ketua Delegasi HLC Indonesia dan Pangab Brunei Darussalam Mayor Jenderal Pehin Datu Pekerma Jaya Dato Seri Pahlawan Mohd Tawih Bin Abdullah selaku Ketua HLC Brunei. HLC merupakan pertemuan rutin yang dilakukan kedua negara untuk membahas kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan. Sidang pertama sempat digelar di Hotel Shangri-La, Jakarta yang menghasilkan kemitraan komprehensif di sejumlah bidang.

Sumber : modusaceh

Subscribe to receive free email updates: