Penjahat Kelas Kakap John Kei Dikabarkan Mualaf, Namun Ada Keanehan dalam Fotonya


FAKTAMEDIA.NET - Narapidana kelas kakap John Kei dikabarkan berniat masuk Islam, namun ada kejanggalan dalam foto yang disebar oleh pemilik akun Hanny Kristianto yang memiliki follower di lamannya sebanyak 126 ribu.

Anehnya foto John Kei mengenakan peci (penutup kepala) ketahuan diedit. Foto aslinya dibongkar oleh netizen.

Jika benar John Kei telah menjadi mualaf, kenapa informasi yang disampaikan dengan cara yang tidak tepat?

Beberapa foto diambil di lokasi pulau Nusakambangan. Foto itu disebar akun Hanny Kristanto atas nama Mualaf Center Darusalam seperti yang tercantum dalam logo foto yang diambil.

Seperti yang disampaikan akun Nugroho Matair, "maaf yang aslinya foto ini apa seperti ini, mohon konfirmasi ya? Soalnya yg berkembang gambar ini? mohon konfermasi jika salah ya."
Inilah foto John Kei sebelum diedit (Ist)

Sebelumnya, John Kei merupakan tersangka dalam perkara pembunuhan Tan Harry Tantono, Direktur Sanex Steel, yang ditemukan tewas di Swis-Belhotel Jakarta akhir Januari 2012 lalu.
Lihat perbandingan foto John Kei sebelum dan sesudah diedit (Ist)

Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan hukuman yang lebih berat kepada John Kei dari 12 tahun menjadi 16 tahun penjara seperti yang dikutip Tribun Medan dari Kompas.com.

Vonis 16 tahun penjara itu lebih lama dua tahun dari tuntutan jaksa, diputuskan pada 24 Juli 2013 lalu.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara kepada John Kei pada 27 Desember 2012 lalu.

Dia terbukti membunuh Bos PT Sanex Steel Indonesia Tan Harry Tantono alias Ayung. "Perbuatan terdakwa tergolong sadis," kata hakim.

Atas putusan itu, baik jaksa penuntut umum maupun John Kei mengajukan banding. Namun, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menguatkan putusan PN Jakarta Pusat.
Drama saat John Kei ditangkap usai ditembak oleh pihak kepolisian karena melawan saat diringkus (Tempo)

Sementara itu di John Kei yang kini mendekam di Lapas Nusakambangan dikabarkan telah insaf dan menyesali perbuatannya hingga dikabarkan telah memeluk agama Islam.

Bagaimana hidayah itu datang pada John Kei? Siapa pula yang memberikan pengaruh yang besar terhadapnya hingga merubah keyakinannya?

Adalah akun Facebook Hanny Kristianto yang pertama kali menginformasikan pemuda asal Tutrean, Pulau Kei ini mualaf.

Apakah informasi ini benar, tapi kenapa untuk menyampaikan kebenaran harus menempuh jalan yang salah? Dengan memposting foto lama John Kei yang telah terlebih dahulu diedit.

Bahkan dari seorang netizen menyebut kalau John Kei masih teguh menganut kepercayaannya. Akun Marcel Jeferson justru menyebut John Kei sebagai seorang yang memberitakan injil.

"Justru malah sebaliknya dia menjadi evangelis," katanya sambil mencantumkan foto John Kei yang berdiri pada sebuah mimbar di gereja.
Foto John Kei saat memimpin jemaat berdiri di sebuah mimbar ()

Berikut postingan Hanny Kristianto yang dikutip Tribun Medan dari akun Facebook miliknya, pada Kamis (14/9/2017).
Bismillah,

Hari ini team Mualaf Center Darussalam diwakili Harsha Agousta Brahma Sadewa dan ibu Jenderal Lisze Dewi Purnamawati berangkat ke LP. Batu Nusakambangan Cilacap memastikan niat John Kei masuk Islam..

Sebelum memutuskan masuk Islam John Kei alias John Refra pemuda asal Tutrean, Pulau Kei pernah di juluki sebagai Godfather of Jakarta..

Sebesar apa pun dosa kita.. ampunan Allah jauh lebih besar dari dosa kita.. ampunan Allah terbuka luas bagi siapa saja yg ingin bertobat kepada-Nya. Bahkan Allah meminta manusia untuk tidak berputus asa dari rahmat-Nya

Katakanlah: Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Az Zumar 53).

Bagaimanapun buruknya penilaian orang terhadap John Kei, beliau adalah orang yang pernah turut berjasa menjaga saya, merawat saya, dan membesarkan saya sejak saya SMP hingga kuliah dulu.

Di balik sifat keras dan beringasnya sebenarnya John Kei adalah orang yang penyayang dan sangat peduli dengan saudara atau orang-orang yang sedang susah.

Sebenarnya di dalam hati John Kei sering berkecamuk perasaan-perasaan yang berlawanan, antara kesenangan terhadap hiburan dan mabuk-mabukan dengan kekagumannya terhadap ketabahan kaum muslimin serta bisikan hatinya bahwa boleh jadi apa yang dibawa oleh Islam itu lebih mulia dan lebih baik..

Umat Islam di Pulai Kei, saudara - saudara kita di Kepulauan Kei meski hidup sederhana tetapi keseharian mereka menjadi bukti bahwa Islam membawa keberkahan, kedamaian dan kebaikan bagi mereka..

Sampai pada saat dimasa John Kei bertemu Freddy Budiman yarhamullah, keindahan Islam itu semakin nyata..

Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? (QS. Al Mu’minum 115)

Apakah ibrah yg diambil John Kei darinya? Sampai akhirnya John Kei memutuskan memeluk Islam?
Freddy Budiman yarhamullah..

Dia sudah tahu persis kapan ia akan dieksekusi mati…

Dia juga sudah tahu tempat dimana dia akan mati…

Dia pun sudah mengetahui dalam kondisi apa dia akan mengakhiri hidupnya…

Bahkan diapun telah dikabari tentang kuburannya yg sudah digali untuknya...

Namun dia telah mengakui kesalahannya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi...
Ia telah mengukuhkan syahadat
Ia sudah insyaf dan telah bertobat
Ia juga senantiasa menjaga sholat
Ia pun selalu shalawat dan tilawat

Ramadhan lalu dikabarkan ia mengkhatamkan qur’an sebanyak 10 kali…ma syaa Allah
Itulah masa-masa terindah saudara kita Freddy Budiman sebelum mati... dieksekusi..

Kisah eksekusi yang tenang dan tanpa meronta, dengan hati yang siap memasuki alam kubur dengan takbir.


Sumber : tribunnews

Subscribe to receive free email updates: