Penglima Gatot Mengaku Tidak Bahas Senjata Saat Bertemu Presiden, Tapi Ini


FAKTAMEDIA.NET - Soal senjata tidak dibahas oleh Panglima TNI. Jendral TNI. Gatot Nurmantyo, saat ia bertemu dengan Presiden RI. Joko Widodo atau Jokowi, di Istana Negara, kemarin, (27/9).

Kedatangannya ke Istana, diakui oleh Gatot Nurmantyo, adalah untuk mengundang Presiden hadir pada pagelaran wayang pada Kamis besok (29/9), yang merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT TNI.

"Besok malam di Kota Tua Museum Fatahillah TNI memberikan hiburan kepada rakyat 'live' wayang NKRI, ada tujuh wayang, adat Palembang, Bali, Banjarmasin, macam-macam," ujarnya kepada wartawan, di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten, Kamis (28/9/2017).

Senjata yang dimaksud, adalah rencana pembelian senjata sebanyak 5000 pucuk, oleh kelompok non militer. Panglima TNI menyampaikan hal tersebut, dalam sambutannya, di acara yang digelar di Mabes TNI, Jumat lalu, (22/9).

Pernyataan tersebut menuai sejumlah reaksi, termasuk dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto. Menkopolhukam yang sempat menjadi Panglima TNI itu, menyebut pernyataan Gatot Nurmantyo tidak akurat, dan memancing kegaduhan.

Dalam konfrensi pers dadakan yang digelar hari Minggu kemarin (24/9), Wiranto mengatakan pihak lain yang dimaksud Panglima TNI, adalah Badan Intelijen Negara (BIN). Lembaga tersebut berencana membeli 500 pucuk senjata berikut amunisinya, dari PT. Pindad.

Wiranto juga menegaskan bahwa pembelian senjata untuk keperluan sekolah intelijen BIN itu, sudah sesuai aturan yang berlaku, dan pemerintah menyetujuinya.

Saat menyambangi Istana,  kemari, Gatot Nurmantyo selain bertemu Presiden, juga bertemu Menkopolhukam.

Namun menurutnya soal senjata tidak dibahas dalam pertemuan itu. Ia merasa hal tersebut tidak perlu dibahas, karena Presiden sudah ia laporkan.

'Kalau saya sudah laporan sama Presiden, itu ke presiden saya saja yang tahu, saya sudah laporan kok mau dibahas, apalagi sudah laporan," katanya.

Sumber : tribunnews

Subscribe to receive free email updates: