Nonton Film G30S/PKI, Pelaku Sejarah Ini Bilang "PKI Itu Kejam, Lebih Kejam Dari Yang Di Film"


FAKTAMEDIA.NET - Keluarga besar Komando Resort Militer (Korem) 032/Wirabraja, Sumatera Barat dan Organisasi Masyarakat (Ormas) nonton bareng Film G30S/PKI di Gedung Sapta Marga, Makorem 032/Wirabraja, Selasa 26 September 2017 kemarin.

"Kita berterimakasih kepada Korem 032 telah memutarkan Film ini, terutama kepada Panglima TNI Jendral Gatot Nurmatyo. Karena, diputarkannya film ini akan memberitahukan tentang sejarah kepada generasi muda, bagaimana komunis di Indonesia," ujar  Kolonel (Purn) Amir Syaripudin, Ketua Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat  (AD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Diceritakan Amir, ketika terjadinya peristiwa G30S/PKI, dirinya pada saat itu sudah berpangkat Letnan Dua. Dia merasakan bagaimana kekejaman PKI pada saat itu. Dan apa yang digabarkan pada film G30S/PKI yang diputarkan saat ini menggambarkan peristiwa sebenarnya.

"Film ini tidak bohong, ini benar adanya, bahkan lebih kejam lagi pada saat itu. Saya mengalami sendiri peristiwa disaat itu," kata Amir Syaripudin yang sudah berumur 79 tahun ini.

Dia mengharapkan, generasi muda saat ini yang telah menonton film G30S/PKI, bisa menceritakan kepada anak cucunya kelak bahwa komunis itu sangat buruk bahkan anti agama dan sangat berbahaya.

"Mari kita ceritakan kepada anak cucu kita bagaimana dan apa itu PKI. Kekejamannya dan mereka sangat berbahaya dan anti agama," ujar Amir.

Dengan semangat yang menggelora, pelaku sejarah ini mengingatkan untuk tidak melupakan sejarah tentang kekejaman komunis di Indonesia. Pada saat Indonesia dijajah Belanda, pemberontakan PKI pada saat itu kepada belanda bukan untuk membuat Indonesia merdeka, namun menjadikan Indonesia sebagai negara Komunis.

"Kalau di Sumbar, pemberontakan terjadi cukup sadir, apalagi di Silungkang dan Kayu Tanam di tahun 1926. Jujur, ketika menonton film ini air mata saya tidak terbendung dan mengingat masa yang lalu," katanya.

Sumber : kabarnagari

Subscribe to receive free email updates: