Laporkan Penghina Kalimat Syahadat, ACTA : Apakah Diproses Secepat Saracen?


FAKTAMEDIA.NET - Usai melaporkan dugaan pelecehan kalimat Syahadat yang diunggah ke sebuah akun Facebook, Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) membuat sebuah pernyataan yang mengejutkan.

Saat ditemui Kriminalitas.com di Kantor Bareskrim Polri, Wakil Ketua Acta, Hendarsam Marantoko menduga pelaku merupakan pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki T. Purnama alias Ahok. Tak hanya itu, Hendarsam juga menduga postingan ini dilakukan oleh seseorang yang Islamofobia.

“Kami patut menduga ini ada gerakan-gerakan islamofobia yang ditutupi dengan slogan Pancasila,” kata Hendarsam kepada wartawan di kantor Bareskrim Polri, Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (12/9/2017).

Lebih lanjut, Hendarsam juga masih menunggu keseriusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang baru-baru ini menyatakan akan memberantas pemberitaan tentang berita palsu (hoax) dan juga berbagai postingan di media sosial yang berkaitan dengan ujaran kebencian atau hate speech.

“Kami ingin buktikan kalau kami yang melapor kasus ini, sama cepatnya dengan kasus saracennews.com,” pungkas Hendarsam.

Sebelumnya, ACTA telah melaporkan seorang pemilik akun Facebook bernama TC kepada Bareskrim Polri. Dalam laporan polisi bernomor LP/924/IX/2017/Bareskrim, tertanggal 12 September 2017, ACTA menuduh terlapor telah melanggar Pasal 45 a junto Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang(UU) Nomor 11/2008 tentang ITE dan Pasal 156 KUHOP dan Pasal 156a.
“Tersangka bisa dikenakan hukuman penjara 6 tahun penjara,” jelasnya.

Seperti diketahui Seorang pengguna media sosial Tirtahadi Chandra facebook dilaporkan Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) ke Bareskrim Polri, Selasa (12/9).

Dalam laporan tersebut, ACTA menyebut sang pemilik akun disebut telah memplesetkan kalimat syahadat dan dianggap telah menodai agama Islam.

Sekjen ACTA Jamaal Yamanie, sebagai bukti untuk memperkuat laporan polisi tersebut, pihaknya menyertakan beberapa bukti postingan Tirtahadi Chandra di facebook.

“Hari ini kami melaporkan pemilik akun facebook berinisial TC yang memposting beberapa tulisan yang diduga menodai agama Islam,” ujar Jamaal di Bareskrim Polri.

Jamaal mencontohkan, unggahan Tirtahadi Chandra di akun facebooknya berbunyi:

“Hayo ngaku, siapa disini yang bersyahadat: Hoax adalah sebagian dari Iman” yang diposting pada tanggal 3 September 2017.

Selain itu jug ada “Masih ada yang bersyahadat: GOBLOK adalah sebagian dari Iman @Mahfuddin ismail Torin”.

“Postingan kedua itu diunggahnya pada tanggal 10 September 2017 Pukul 11:26 PM,” jelasnya.

Aduan diterima dengan nomor laporan polisi TBL/624/ IX/2017/Bareskrim.

Jamaal menjelaskan, syahadat sesungguhnya kata yang berasal dari bahasa Arab, yaitu syahida yang artinya “ia telah menyaksikan”.

“Kalimat itu dalam syariat Islam adalah keesaan Tuhan Allah dan Muhammad sebagai rasul-Nya,” tegasnya.

Memplesetkan Syahadat menjadi seperti ditulis dalam akun Facebook tersebut, tekan Jamaal, dapat dikategorikan telah menodai ajaran Islam sebagaimana diatur dalam Pasal 156a KUHP.

Selain postingan di atas, lanjutnya, ada beberapa postingan lain yang juga patut diduga munodai agama Islam.

Saat ini Tim IT ACTA sedang menelusuri lebih lanjut. Selain dengan pasal penodaan agama, Tirtahadi Chandra juga dilaporkan dengan pasal pelanggaran UU ITE.

“Karena itu kami berharap agar Bareskrim Mabes Polri bisa bertindak cepat mengusut kasus ini. Jika alat bukti sudah cukup sebaiknya pelaku segera ditangkap dan diamankan agar tidak mengundang keributan sosial,” pungkasnya.

Sumber : republik

Subscribe to receive free email updates: