Beredar Larangan Pekerja Perempuan Memakai Jilbab, Begini Reaksi GP Ansor Gresik


FAKTAMEDIA.NET - Masyarakat di Gresik di Media Sosial sedang ditarik perhatiannya kepada gambar selembar kertas pengumuman yang diduga ditempel di salah satu perusahaan di Driyorejo, Gresik.

Kertas pengumuman yang ditempel di dinding itu bertuliskan demikian :

Pengumuman

Karyawan Diharuskan memakai Baju Kerja, untuk Perempuan tidak menggunakan jilbab, yang boleh pakaian formal pada jam masuk kerja

ttd
ibu puspa djuwita

Menyikapi hal tersebut, Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Gresik, Agus Junaidi meminta kepada perusahaan yang melarang pekerja perempuan mengenakan jilbab agar segera menarik peraturan tersebut.

Baginya, kalau peraturan itu benar adanya, maka tindakan itu dinilainya melecehkan umat Muslim.

"Di media sosial itu ada yang mengunggah pengumuman, bahwa karyawan diharuskan memakai baju kerja, untuk perempuan tidak menggunakan jilbab, yang boleh pakaian formal pada jam masuk kerja. Larangan ini sangat mengucilkan umat Islam perempuan yang harus menutup aurat," kata Agus Junaidi, Kamis (14/9/2017).

Katanya, perempuan diharuskan memakai pakaian yang menutup aurat dari ujung rambut hingga ujung kaki. Salah satunya yaitu dengan cara berjilbab. Sehingga jika ada perusahaan yang melarang berjilbab, maka perusahaan itu sama dengan memusuhi umat Islam.

Oleh karena itu, DPRD Gresik dan Dinas Tenaga kerja untuk memanggil perusahaan tersebut dan memberi peringatan kepada perusahaan yang telah mengumumkan larangan berjilbab.

"Jangan sampai Gresik dijajah oleh perusahaan yang merusak keimanan umat Islam. DPRD dan Pemerintah Gresik harus turun tangan untuk berjuang menyelamatkan umat Islam. Gresik kota santri harus tetap dijaga," katanya.

Informasi yang terima Surya, perusahaan yang melarang karyawatinya berhijab adalah PT PMIF yang berlokasi di daerah Driyorejo.

Sumber : tribunnews

Subscribe to receive free email updates: