Mengintip Kemampuan Rahasia Tentara Brigade Izzuddin Al Qassam


FAKTAMEDIA.NET Gaza, itulah nama hamparan tanah yang luasnya tidak lebih dari 360 km persegi. Letaknya berada di Palestina Selatan. Terjepit di antara tanah yang dikuasai Zionis Israel, Mesir, dan laut Mediterania. Tak hanya itu, daratannya pun terisolasi. Dikepung tembok tinggi yang dibangun Israel. Tak heran, saat memulai agresi militernya, pada Selasa (8/7/2014), banyak warga yang tewas. Memang, sudah lama Israel “bernafsu” menguasai wilayah Gaza. Namun, jangankan menguasai, untuk bisa masuk ke dalamnya saja Israel sangat kesulitan.
“Hilang seribu, tumbuh tiga ribu. Kami tidak akan pernah bisa dikalahkan Israel,” tegas Hamam Nisman, Direktur Dinas Hubungan Sosial dalam Kementerian Kesehatan pemerintahan Gaza. Rasio antara kematian dan kelahiran di Gaza memang tidak sama. Angka kelahiran, menurut Hamam, mencapai 50 ribu tiap tahun. Sedang kematian mencapai 5.000.

“Karenanya Israel sengaja membunuh para wanita dan anak-anak untuk menghapus masa depan Gaza,” ungkap Hamam. Hamam memang tak asal bicara. Karena sejak 27 Desember 2008, Israel sudah banyak melakukan serangan massif ke Gaza. Ratusan ton bom sudah dijatuhkan ke kawasan padat penduduk. Tank Merkava yang dikenal terhebat di dunia ikut mengamuk di daratan Gaza. Itu belum termasuk pengerahan semua kekuatan pasukan darat yang dipersenjatai dengan teknologi militer modern. Korban sipil pun berjatuhan. Mayoritas, perempuan dan anak-anak.

Tapi, Gaza masih wilayah pasukan sabil Brigade Izzuddin al-Qassam. sebutan Brigade Izzuddin al-Qassam diambil dari nama seorang pioner mujahid, Izzuddin al-Qassam, yang syahid sebagai martir di Jenin, Palestina, pada 20 November 1935. Nama lengkapnya Izzuddin ibn Abdul Qadar ibn Mustafa ibn Yusuf ibn Muhammad al-Qassam. Beliau dilahirkan di Kota Jablah, Syiria, pada 20 November 1882. Al-Qassam adalah seorang dai dan guru. beliau menamatkan pendidikan sarjananya di Universitas Al-Azhar, Mesir. Selain sebagai seorang dai, al-Qassam adalah seorang ulama mujahid. Saat Prancis datang menjajah Syiria dan Lebanon pada era tahun 1920-an, beliau tampil sebagai mujahid yang menggerakkan semangat jihad untuk membebaskan dua negeri muslim tersebut.

Secara bahasa, Izzu berarti harga diri, kemuliaan, kehormatan. Sedangkan ad-dien adalah al-Islam. Dan al-Qassam adalah orang yang mengikat sumpah. Izzuddin al-Qassam bisa diartikan sebagai “Orang yang bersumpah untuk menjaga kemuliaan”. Izzuddin Al-Qassam ini oleh Syekh Ahmad Yassin, Dr. Ibrahim al-Muqodam, Syekh Sholah Syahadah, dan para pioner Hamas lainnya dipilih sebagai nama sayap militer HAMAS dengan harapan brigade ini bisa terus bertekad untuk mempertahankan tanah suci kelahiran para Nabi dari penjajahan Zionis yang zalim, melindungi rakyat Palestina dan merebut kembali seluruh tanah yang dirampas Israel dgn segala cara di Tepi Barat serta memantapkan semangat jihad di kalangan pemuda Palestina.

Beberapa negara menyebut pasukan Al Qassam sebagai teroris seperti Israel, Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Jepang, Yordania, dan Mesir. Tapi bagi rakyat Palestina dan sebagian umat muslim di dunia mereka mereka menganggap Brigade Al Qassam adalah pejuang sabilillah sejati yang tidak mengharapkan pujian, materi maupun gaji selain syahid cita-cita tertinggi mereka. Jumlah personelnya hanya 25.000, kalah jauh dengan tentara Isreal yg 700ribu.

Sedangkan untuk senjata api yang dikembangkan oleh Al-Qassam adalah senapan sniper kaliber 14.5 milimeter dengan jarak jangkau sejauh 2 km. Al-Qassam memberi nama senapan ini dengan Ghoul untuk mengenang dan berharap berkah dari salah satu pimpinan Al-Qassam Adnan Al-Ghoul, salah satu enginer Al-Qassam yang dibunuh Israel pada tahun 2004. Termasuk di antaranya roket jarak jauh M75, J80, R160 dan drone (pesawat tanpa awak) dengan nama Ababil dengan tiga type (mata-mata, bisa dilengkapi bom sehingga bisa melancarkan aksi bunuh diri, dan attacker). Dan masih banyak senjata yang sedang disiapkan Al-Qassam.
Salah satu hal yang sering dilakukan setelah menghantarkan kesuksesan memukul mundur bahkan melibas pasukan Zionis Israel, kebiasaan mereka mengacungkan satu telunjuk ke atas bukan maksud dukung capres nomer satu tapi sebagai pesan tauhid, supaya senantiasa mentauhidkan (mengesakan) Alloh Ta’ala dan jangan pernah menduakanNya. Israel punya berbagai macam senjata canggih bahkan super canggihpun mereka miliki, tapi yang membuat pasukan Brigade Izzidun Al Qassam kuat dan bisa bertahan, senjata pamungkasnya karena mereka yakin punya Alloh, bahwa pertolonganNya pasti selalu hadir disisi stiap perjuangan mereka.

Sumber : maidany

Subscribe to receive free email updates: