Ketua Veteran Menangis Ingat Rekannya, Ada yang Keliling Jual Kalender Demi Sambung Hidup


FAKTAMEDIA.NET - Wajah Alaudin seketika memerah, air matanya pun menetes ketika ditanya kehidupan para veteran di Sumatera Utara. Ia tertunduk seraya menghela napas dan mengaku sedih melihat kondisi teman-temannya saat ini.

"Masih banyak yang susah. Mereka rata-rata tidak punya rumah. Nyewa-nyewa saja mereka. Itu pun ada yang terusir, karena tidak sanggup membayar biaya sewa," tutur Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia Sumut tersebut di kediamannya, Rabu (16/8).

Ia menceritakan, para veteran banyak yang hidupnya tidak layak. Ada yang menumpang hidup kepada orang lain, dan ada yang hidup sebatang kara. Padahal semasa muda, para veteran sudah berjuang mati-matian demi kemerdekaan bangsa ini.

"Kami para veteran ini tidak punya apapun, lantaran kami dahulu tidak mencari harta. Kami meninggalkan semua kehidupan kami. Bahkan, kami banyak yang kehilangan harta demi memperjuangkan bangsa ini," katanya.

Berita Pasti Saat berecerita, ia juga terisak ketika terkenang teman-temannya yang terpaksa mengemis dan berkeliling menjajakan kalender demi menyambung hidup. Kejadian tersebut, ia sebut, benar-benar membuat benaknya serasa tersayat.

"Jangan sampai ada lagi yang mengemis atau berjualan kalender seperti dulu. Sekarang, kami sudah tidak begitu lagi memang. Pemerintah sudah memberi bantuan Rp 1,5 jutaan setiap bulan, tapi itu masih sangat-sangat tidak cukup," ujarnya.

Alaudin menuturkan, kehidupan keluarga veteran di Sumut juga banyak yang melarat, lantaran orangtuanya lebih mendahulukan negara daripada keluarga. Ia mencotohkan, Kapten Hamid yang gugur dan meninggalkan enam anak dan seorang istri.

"Bagaimana coba hidup keluarga yang begini. Tentu susah, pendidikan anaknya pasti tidak terurus. Untuk cukup-cukup makan saja, saya rasa susah dipenuhi seorang istri untuk menghidupi enam anak. Namun, perhatian pemerintah untuk hal begini sangat minim," ujarnya.

Ia menambahkan, teman-temannya semasa berjuang banyak yang ingin tinggal di panti jompo. Pasalnya, mereka tidak punya siapa-siapa lagi.

"Saya punya panti jompo, yang di situ ada 12 orang. Teman-teman veteran banyak yang meminta tinggal di panti jompo itu, karena mereka sudah tidak punya siapa-siapa lagi. Betapa sedih dan kekuranganya hidup mereka," katanya.

Ia menceritakan, sebenarnya para veteran, juga ingin terlibat mengisi kemerdekaan dengan mewariskan nilai-nilai perjuangan, mewariskan semangat tanpa pamrih dan menceritakan perjuangan mereka kepada anak-anak muda. Namun, saat mereka hendak berpartisipasi selalu terkendala biaya.

"Kami mau buat kegiatan menyalurkan semangat berjuang untuk negara ini. Apalagi saat ini, sudah banyak yang lupa perjuangan para pejuang dulu. Kami mau ke sekolah-sekolah dan ketemu anak-anak muda. Kami mencoba meminta bantuan dana dari Pemerintah Sumut, tapi nggak pernah ada," katanya.

Ia bercerita, sudah hampir tiga tahun mereka tidak pernah mendapat bantuan apapun dari pemerintah daerah, dan selama tiga tahun tersebut mereka terpaksa mengurungkan niat berkegiatan.

"Asal kami minta dibantu kegiatan, pemerintah daerah selalu bilang kami tidak bisa mendapat bantuan dari pemerintah daerah, lantaran kasus yang menimpa gubernur sebelumnya, sehingga dana bansos bermasalah.

Padahal pada UU Nomor 15 Tahun 2012 Pasal 19, pemerintah daerah mempunyai kewajiban membantu, " ujarnya.

Pun demikian, ia mengatakan, ada daerah-daerah yang memerhatikan nasib para veteran, seperti di Batubara dan Binjai. Ada juga beberapa perusahaan yang mau membantu mereka, seperti Inalum, yang merehab rumah veteran.

"Kalau di Sumut cuma Binjai dan Batubara yang masih peduli. Kalau yang tidak peduli banyak. Medanlah contohnya. Perusahaan ada juga yang peduli. Cuma berapalah kami yang bisa dibantu perusahaan," ujarnya.

Ia mengapumkan harapan, kiranya pada Hari Ulang Tahun Ke-72 Bangsa Indonesia, pemerintah semakin memerhatikan nasib para veteran. Ia juga berharap niat para veteran turut mengisi kemerdekaan dengan cara mewarisakan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda difasilitasi pemerintah.

Sumber : tribunnews

Subscribe to receive free email updates: