Jelang Peresmian, Masjid Muhammadiyah di Daerah Minoritas Diteror, Kotak Amal Dirusak, Ruang TPQ Diberaki


FAKTAMEDIA.NET - Ada cerita yang cukup membuat resah di kalangan sebagian personel Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pule, Lamongan, 5 hari menjelang peresmian masjid. Maklum saja, karena masjid yang telah diresmikan lima hari lalu sangat fenomenal karena hadir di tengah-tengah masyarakat yang mayoritas berbeda paham dengan Muhammadiyah.

Para pimpinan Muhammadiyah tidak mau kecolongan lagi untuk ketiga kalinya, sejak peristiwa perobohan masjid dan pencaplokan tanah wakaf itu, semakin membuat aktifis dan anggota Muhammadiyah solid dan waspada.

Pagi itu, (15/8) usai melaksanakan sholat Shubuh, 15 jamaah dikejutkan dengan rusaknya kunci kotak amal yang terletak di dalam masjid. “bagi kami, bukan persoalan hilangnya uang itu, perasaan tidak nyaman mulai menghantui kami,” papar Ketua Ranting Muhammadiyah Pule, Wajib.

Belum selesai kegaduhan itu, beberapa menit kemudian, jamaah putri dikejutkan dengan aroma yang tidak sedap, setelah ditelusuri ternyata, astaghfirullah, di ruang TPQ ada seonggok kotoran manusia. Tanpa banyak bicara jamaah shubuh bersama-sama membersihkannya. Para jamaah menahan gelisah dan pilu. “Kok ada manusia kayak gini”, gumam mereka dalam hati.



Untuk menghindari tersebarnya berita, Wajib wanti-wanti, agar tidak membocorkan peristiwa ini ke anggota dan jamaah lain.

Tanpa diketahui para jamaah, Ketua PRM mengambil inisiatif bersama 3 pimpinan yang lain, melakukan tindakan kewaspadaan, dengan cara tidur selama 4 hari di masjid sampai menjelang pelaksanaan peresmian masjid. Alhamdulillah, Allah menciptakan rasa kenyamanan dan keamanan kepada para hamba-hamba-Nya.

Perlu diketahui bahwa Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pule Cabang Modo, kini mempunyai 2 masjid. Masjid Al-Ikhlas sebagai benteng awal, yang dulu pernah dirobohkan dan masjid kedua yang baru saja diresmikan beberapa yang lalu.

Sang Surya tetap bersinar, syahadat dua melingkar.

Sumber : pwmu

Subscribe to receive free email updates: