Habibie: Saya Sedih Melihat Tokoh-tokoh Berpengaruh Menginginkan Kita Impor Terus


FAKTAMEDIA.NET - Rakyat Indonesia diajak dapat terus memerangi neoliberalisme.

Menurut Presiden RI ketiga Bacharuddin Jusuf Habibie, para neolib telah membuat Indonesia rusak.

"Jangan takut pada para neolib. Kalau kita bersatu mereka tidak ada apa-apanya dan saya sudah buktikan itu," ujar Habibie di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (22/8).

Dia menyebut bahwa negara-negara penganut neoliberalisme menjadikan Indonesia sebagai pasar strategis. Karena itu kelompok neoliberalisme tidak ingin Indonesia maju bahkan juga menguasai teknologi.

Habibie menambahkan, salah satu ulah neoliberalisme di Indonesia adalah mematikan industri pesawat terbang nasional. PT Dirgantara Indonesia yang dahulu berjaya kini tinggal kenangan.

"Saya sedih melihat tokoh-tokoh berpengaruh malah menginginkan kita impor terus. Kita hanya mengekspor tenaga kerja, apa hebatnya. Harusnya kita jauh lebih hebat dari itu karena orang-orang kita cerdas-cerdas," tegas Habibie yang juga pakar penerbangan.

Sikap Habibie tersebut sejalan dengan pernyataan koleganya ekonom senior Indonesia DR. Rizal Ramli. Menurutnya, pasca dilanda krisis ekonomi 1998, International Monetary Fund (IMF) meminta Indonesia menutup Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) karena dianggap sebagai sumber pemborosan.

Namun, hal itu dibantah oleh Rizal Ramli. Di tahun 2000, menko perekonomian era presiden Abdurrahman Wahid itu mampu menyelamatkan IPTN dengan merombak jajaran direksi. Rizal juga melakukan restrukturasi utang dan mengganti nama IPTN menjadi PT Dirgantara Indonesia. Sejak itulah paradigma IPTN berubah dari an aircraft industry menjadi PT DI yang lebih sadar cost.

Sejak 1997, dalam berbagai kesempatan Rizal juga kerap mengingatkan pemerintah agar tidak mengikuti saran IMF. Sebab, IMF bukanlah dewa penyelamat.

Sumber : umatuna

Subscribe to receive free email updates: