Difitnah Jadi Pembina Saracen, Ini Kegiatan Sehari-hari Mayjen Ampi


FAKTAMEDIA.NET - Mayjen Purn Ampi N Tanudjiwa disebut sebagai dewan penasihat sindikat Saracen. Dia pun membantah. Lantas apa kegiatan dia sehari-hari?

Saat ditemui detikcom, jenderal berusia 72 tahun itu mengatakan keterkaitan dia dengan Saracen adalah fitnah. Menurutnya, dia adalah mantan pejuang TNI di Aceh, dan Timor Timur serta mencintai Indonesia.

"Saya juga tidak mengerti kenapa nama saya yang disebut dalam situs itu. Saya nggak habis pikir, masa kakek 72 tahun begini masuk struktur situs begitu," kata Mayjen Purn Ampi saat ditemui di Masjid Al Hikmah, Komplek Perumahan Villa Indah Pajajaran, Bogor, Jum'at (25/8/2017).

Lantas, apa kegiatan Mayjen Ampi sekarang? Sebagai bantahan keterlibatan di Sindikat Saracen, dia mengatakan hari-hari tuanya diisi dengan mengurus pesantren dan masjid.

"Saya ini sekarang jadi pembina di pesantren di Banten, Sukabumi. Kita lakukan pembinaan, jangan sampai santri jadi teroris, jadi radikalis," katanya.

Selain aktif di DKM Masjid Al Hikmah, Bogor, Mayjen Purn Ampi juga merupakan pendiri sekaligus pembina Majelis Dzikir Annisa Nurussalam Bogor sejak 10 tahun yang lalu. Ia juga merupakan pendiri Pesantren Salafiah Darul Hakim di Cikembar Sukabumi, pendiri dan pembina Yayasan Pendidikan Islam Lukmanul Hakim Sukabumi dan pembina pesantren Riyadul Awamil, Baros, Banten.

"Iya ini seperti tahun 1965. Ulama-ulama difitnah, Polisi-TNI difitnah, adu domba. TNI-Polri jangan diadu domba," kata jenderal yang sempat berdinas di Bakodiklat Bandung ini.

Sebelumnya, nama Mayjen Purnawirawan Ampi Nurkamal Tanudjiwa disebut sebagai salah satu dewan pembina di situs penyebar isu SARA, Saracen. Dengan tegas ia membantah dan menyebut itu fitnah. Dia berencana melapor ke polisi atas tudingan tersebut.

Sumber : detik

Subscribe to receive free email updates: