Di Manakah Tempat Orang Gila di Akhirat Kelak?


FAKTAMEDIA.NET - Dalam kajian fikih, amal orang gila tidak akan dihisab. Orang gila merupakan fenomena sosial yang kerap ada di sekitar kita. Mereka hidup secara sembarangan, bahkan tidak teratur.

Akan tetapi, Islam juga menaruh perhatian bagi mereka yang gila. Dalam kajian fikih, orang gila termasuk dalam kelompok yang tidak terbebani syariat dan amalnya tidak akan dihisab kelak di hari akhir.

Hal ini didasarkan pada hadis Rasulullah Muhammad SAW, diriwayatkan dari Imam Ahmad.

” Catatan amal diangkat dari tiga jenis orang : orang tidur sampai dia bangun, anak kecil sampai dia baligh dan orang gila sampai dia sembuh dari gilanya.”

Lantas, bagaimana kedudukan mereka di akhirat kelak?

Dikutip dari laman konsultasi syariah, para ulama berbeda pendapat mengenai hal ini. Pendapat pertama condong menyatakan orang gila itu akan masuk surga.

Pendapat ini pun memuat dua rincian terkait status agama si orang gila. Jika orang yang bersangkutan merupakan anak dari kedua orangtua atau salah satunya Muslim, maka dia dihukumi Muslim dan dimasukkan ke surga.

Hal ini seperti dijelaskan oleh Syekh Ibnu ‘Utsaimin dalam kitab Majmu’ Fatawa Wa Rasail Ibni ‘Utsaimin.

” Anak yang terlahir dalam keadaan cacat akal, hukumnya seperti orang gila, dia tidak dibebani syariat. Oleh karenanya, amal perbuatannya tidak akan disidang (di-hisab) di hari kiamat nanti. Bila ia berasal dari kedua orangtua yang muslim atau salah satunya muslim, maka status dia mengikuti orangtuanya yang beragama islam. Maksudnya anak ini menjadi muslim sehingga dia dimasukkan surga.”

Syekh Ibnu ‘Utsaimin mendasarkan pendapatnya pada Surat Ath Thur ayat 21.

Dan orang-orang yang beriman, beserta anak keturunan mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak keturunan mereka (di dalam surga), dan Kami tidak mengurangi sedikitpun pahala amal (kebajikan) mereka…

Rincian kedua, jika dia berasal dari orangtua non-Muslim, maka dia tetap dimasukkan surga. Alasannya, gilanya seseorang menghalangi dia mendapat hikmah Islam.

Hal ini seperti penjelasan Imam Nawawi dalam kitab Al-Minhaj fi syarhi shahih al-muslim li ibni al-hajjaj

” Inilah pendapat yang benar, yang dipegang oleh para ulama muhaqiq, bahwa mereka (pent. anak-anak kaum kafir dan orang gila) termasuk penduduk surga.”

Sumber : dream

Subscribe to receive free email updates: