Busyro Bandingkan Respon Jokowi dengan SBY saat KPK Diserang, Hasilnya Mengejutkan!


FAKTAMEDIA.NET - Mantan Ketua KPK, Busyro Muqoddas, membandingkan respons Presiden Joko Widodo dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat lembaga antirasuah mendapat serangan. Dia menganggap tanggapan SBY lebih baik ketika KPK tersudutkan ketimbang tindakan Jokowi.

Busyro mencontohkan saat KPK tersandung kasus cicak versus buaya pada 2009. Kala itu, dua Wakil Ketua KPK, Chandra Hamzah dan Bibit Samad Rianto, dituduh menerima suap senilai Rp 5,1 miliar dari Anggoro Widjojo yang menjadi buronan kasus korupsi proyek pengadaan Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) di Departemen Kehutanan tahun 2007. Kasus itu dianggap terjadi setelah KPK coba menyadap Kabareskrim Komjen Susno Duadji.

Untuk menangani kasus itu, SBY membuat Tim Delapan yang  ditugaskan untuk mencari fakta terkait tudingan itu. "Dia (SBY) membentuk Tim Delapan dari semua unsur masyarakat sipil. Ada yang polisi tapi sudah mantan (purnawirawan -red). Itu langkah SBY yang efektif dan cepat, nah ini tidak. sudah terlambat,"  kata Busyro usai menghadiri acara Sekolah Antikorupsi ICW di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Selasa (1/8).

Tim investigasi gabungan yang dibentuk setelah Kapolri Jenderal Tito Karnavian dipanggil ke Istana, disebut Busyro, sudah terlambat. Penyerangan sudah berlalu lebih dari 100 hari sehingga barang bukti mungkin sudah dihilangkan.

Jika Jokowi ingin menunjukan konsistennya mendukung KPK, Busyro menyebutkan seharusnya yang dibentuk adalah tim gabungan independen. "Itu terdiri dari sejumlah orang yang mempunyai kompetensi track record, yang memadai di kasus ini, dan tidak terdiri dari orang-orang yang punya kepentingan. Harus di luar Polri. Kalau mau memenuhi Nawacita-nya mestinya segera dibentuk, apa ruginya?," sebutnya.

Busyro tidak mau menuding secara gamblang polisi punya konflik kepentingan dalam kasus ini. Hanya saja, dia mengatakan perkataan yang dilontarkan penyidik senior KPK,Novel Baswedan--soal penyerangnya adalah jenderal polisi-- tidak mungkin tanpa dasar. Karena itu, perlu keterlibatan dari orang yang ada di luar kelompok tertuduh dalam kasus ini.

Sumber : kumparan

Subscribe to receive free email updates: