Rupiah Baru ditolak di Hong Kong, Arab Saudi, dan Singapura


FAKTAMEDIA.NET - Sebagaimana diwartakan oleh HU Republika, rupiah baru rupanya ditolak di beberapa negara, seperti Singapura, Hong Kong, dan Arab Saudi. Hal ini membuat masyarakat mempertanyakan legalitasnya.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Tirta Segara sebagaimana dikutip Republika, memberikan klarifikasi , bahwa memang menjadi hak setiap negara untuk menerima atau menolak mata uang negara lain.

Setiap negara, kata dia, memiliki otoritas sendiri untuk menentukan menerima atau tidak mata uang dari negara lain sebagai alat pembayaran. NKRI, kata dia juga berhak menentukan untuk menerima atau menolak mata uang negara lain selain rupiah. “Kecuali monetary union seperti di wilayah Euro,” kata dia menambahkan.

Namun. dia mengatakan, uang rupiah adalah alat pembayaran sah di Indonesia, dan telah tertera dalam hukum. “Sehingga pembayaran transaksi dengan rupiah di wilayah NKRI tidak boleh ditolak kecuali telah diperjanjikan lain,” kata Tirta saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (4/7) sore.

Menurut Republika  seorang netizen bernama Dee Abdurrahman mengaku mengalami penolakan saat ingin menukarkan uang rupiah baru ke mata uang dolar AS. Melalui akun Facebooknya, dia mengungkapkan keluhannya tentang legalitas uang rupiah baru di luar negeri.

“Uang baru hanya berlaku di Indonesia saja. Saya kemarin di Hong Kong dan Singapura tidak bisa ditukar,” kata Dee.

Kejadian yang sama juga dialami netizen lainnya Yanto. Dia mengatakan, istrinya kesulitan menukarkan uang rupiah ke riyal saat melakukan ibadah haji beberapa waktu lalu. “Mereka nggak mau nerima uang rupiah baru, maunya uang rupiah lama,” kata Yanto.

Jelas, ini masalah. Kalau rupiah lama diterima, mengapa yang baru ini tidak?

Sumber : tanpabank

Subscribe to receive free email updates: