Pakar IT Dibacok, Ratna: Semoga Jadi Paham Kenapa HRS Putuskan Menetap Sementara di Arab Saudi


FAKTAMEDIA.NET - Seniman yang juga aktivis politik dan HAM, Ratna Sarumpaet, mengecam keras insiden pengeroyokan yang menimpa pakar telematika dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Hermansyah.

Ratna menilai, insiden tersebut tak ubahnya seperti di zaman Partai Komunis Indonesia (PKI). Tak berhenti di situ, Ibunda aktris Atiqah hasiholan itu pun beranggapan bahwa insiden tersebut dapat membuka mata publik, mengapa Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, belum kembali ke Indonesia.

"Main Bacok aja kyk d zaman PKI. Smoga jd paham knp HRS putuskan menetap sementara di Arab Saudi hingga Pnguasa mampu mhentikan KEGILAAN ini," kata Ratna di akun Twitter-nya, Minggu (9/7) lalu.


Seperti biasa, cuitan Ratna ini pun mendapat beragam komentar dari warganet yang mengikutinya di Twitter. Salah satu warganet yang 'bereaksi' atas cuitan Ratna tersebut adalah @ivantagor. Ia berharap, Ratna tidak terlalu dini membuat kesimpulan atas kejadian tersebut.

"@RatnaSpaet Ratna jg terlalu dini buat pernyataan/kesimpulan," tulis @ivantagor.

Terkait cuitan @ivantagor tersebut, Ratna pun punya anggapan tersendiri. Menurutnya, apa yang ia sampaikan sangat relevan. Pasalnya kata dia, Hermansyah merupakan ahli IT yang membela Habib Rizieq.

"Memang main bacok d pbacokan itu peristiwa y menunjukkan kgilaan, hilangnya rasa aman. Kaitannya dg HRS d Arab relevan. Y dbacok pembelanya," balas Ratna.

Pada kesempatan berbeda, Ratna juga mengatakan, insiden yang terjadi terhadap Hermansyah ada kaitannya dengan umat Islam dan penegakan hukum di negeri ini. Terlebih, kata dia, kejadian serupa pun belakangan menimpa penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Ia menilai, peristiwa tersebut sebagai preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia.

"Ini dua peristiwa berderet, Novel Baswedan dan Hermansyah, ini menurut saya hubungannya dengan penegakan hukum. Jika tidak segera diatasi maka akan ada korban berikutnya. Orang mau menegakkan keadilan menjadi takut, mau menyampaikan kebenaran terancam," tegas Ratna, dikutip dari salam-online.

Kemudian, Ratna menegaskan bahwa persoalan di atas ada pada Presiden.

"Ini persoalan Presiden, itu masalah. Mengapa diam saja ada kejadian seperti ini," pungkas Ratna.

Sumber : jitunews

Subscribe to receive free email updates: