NYATA! 3 Bulan Jalankan Hukum Allah, Brunei Temukan Ladang Gas Untuk 70 Tahun


FAKTAMEDIA.NET - Tiga bulan berselang setelah menerapkan hukum Allah (hudud) dengan izin Allah Brunei menemukan cadangan gas yang sangat signifikan untuk 70 tahun. Kerajaan Brunei Kecil di pulau Borneo pada hari Selasa 2013. memutuskan untuk menerapkan Syari'at Islam di negaranya oleh Sulthan Hassanal Bolkiah ini.

Dalam pernyataan resminya, Sulthan Hassanal Bolkiah mengatakan bahwa ratifikasi hukum pidana Islam yang baru akan diberlakukan secara bertahap selama 6 bulan mendatang. Teks undang-undang baru, yang selama bertahun-tahun didiskusikan, itu adalah memotong tangan pencuri, mencambuk pemabuk dan rajam untuk pezina.

"Hukum baru ini dalam masa implementasi sebagai wujud menjalankan kewajiban kita terhadap Allah" tutur Sulthan.

Penduduk Brunai mencapai 400 ribu jiwa. 67% penduduknya beragama Islam, 13% beragama Budha dan 10% Kristen serta 10 % lain-lain.

Sulthan Hassanal Bolkiah mencoba menerapkan Syari'at Islam semenjak tahun 1996.

Kerajaan Brunei Kecil di pulau Borneo pada hari Selasa (22/10/13) memutuskan untuk menerapkan Syari'at Islam di negaranya.

Sulthan Hassanal Bolkiah, salah satu orang berpengaruh di dunia, dalam pernyataan resminya mengatakan bahwa ratifikasi hukum pidana Islam yang baru akan diberlakukan secara bertahap selama 6 bulan mendatang.

Teks undang-undang baru, yang selama bertahun-tahun didiskusikan, itu adalah memotong tangan pencuri, mencambuk pemabuk dan rajam untuk pezina.

"Hukum bari ini dalam masa implementasi sebagai wujud menjalankan kewajiban kita terhadap Allah" tutur Sulthan.

Penduduk Brunai mencapai 400 ribu jiwa. 67% penduduknya beragama Islam, 13% beragama Budha dan 10% Kristen serta 10 % lain-lain.

Sari'at Islam tidak diterpkan kecuali untuk muslimin. Brunei bersandar pada dua sitem hukum, pertama sipil dan kedua Islam. Sulthan Hassanal Bolkiah mencoba menerapkan Syari'at Islam semenjak tahun 1996.[usamah/dbs]

Tiga bulan berselang, tepatnya Januari 2014 ini, sebuah penemuan gas besar telah dibuat oleh Petronas di perairan perbatasan maritim bersama oleh Brunei dan Malaysia dengan produksi berpotensi dimulai pada kuartal pertama 2014, media Malaysia melaporkan kemarin.

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak seperti dikutip The New Straits Times mengatakan bahwa penemuan di Blok CA2, akan dapat memenuhi kebutuhan Brunei LNG. Laporan itu menambahkan bahwa Najib digambarkan menemukan sebagai penemuan yang 'signifikan' dan disinyalir gas dapat mencukupi kebutuhan hingga 70 tahun kedepan.

Sementara itu The Star Online melaporkan bahwa Najib mengatakan dalam konferensi pers setelah Konsultasi Tahunan ke-17 Brunei - Malaysia Leaders yang diadakan Yang Mulia Sultan dan Yang DiPertuan of Brunei bahwa cadangan minyak dan gas yang besar telah ditemukan di baru bidang eksplorasi wilayah Sarawak - Brunei - Sabah.

Perdana menteri Malaysia dilaporkan mengucapkan terima kasih Yang Mulia untuk konsultasi dan menekankan bahwa pengaturan komersial mencapai dalam eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas adalah salah satu hasil yang paling penting dari pertemuan tersebut.

Perjanjian ini akan membuka jalan bagi kedua pihak untuk menyelesaikan sejumlah isu yang berkaitan dengan perkembangan masa depan mendatang.

Maha Benar Allah dengan segala firman-NYa..

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS: Al-A'raf Ayat: 96)

Sumber : voa-islam

Subscribe to receive free email updates: