Kalau Medsos Ditutup, Di Mana Lagi Nanti Tuan Presiden Memajang Foto Pencitraannya?


FAKTAMEDIA.NET -Reaksi keras publik atas diblokirnya aplikasi perpesanan Telegram mulai bermunculan.

Ada tiga hal mendasar yang ditengarai menjadi alasan penting pemblokiran Telegram tersebut.

1. Heavily Encrypted alias dienkripsi rumit sehingga sulit untuk diintersepsi


2. Lawan bisnis yang keras untuk aplikasi LINE




3. Banyak digunakan oleh teroris

Layanan pesan Telegram digunakan oleh orang-orang yang berada di belakang aksi pengeboman di stasiun metro Saint Petersburg, Rusia, 3 April 2017 lalu.

"Selama penyelidikan serangan di Saint Petersburg, FSB menerima informasi yang dapat dipercaya tentang penggunaan Telegram."

Demikian pernyataan tertulis Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB), Senin (26/6/2017), seperti dikutip AFP.



Dalam pernyataan resminya, Menkominfo juga mengancam akan memblokir sejumlah media sosial lain yang selama ini dinilai memuat konten radikalisme.

Ancaman pemblokiran medsos ini menyusul ditekennya Perppu Nomer 2 Tahun 2017 yang salah satu isinya adalah menertibkan ormas tanpa melalui jalur pengadilan.

Ancaman dan kehadiran Perppu ini ditanggapi serius oleh netizen. Mereka menilai pemerintah mulai gunakan tangan besi seperti di Korea Utara dan membungkam warga dan ormas yang kritis.

Menteri yang kritis melawan keberadaan Perppu, santer dikabarkan akan kena kocok ulang.

Buzzer-buzzer pendukung Jokowi mulai kehilangan power sesudah Ahok masuk bui. Yang berjaya di linimasa, harus jujur diakui, adalah akun-akun laskar siber muslim, ditambah akun pendukung parpol non pemerintah.

Wajah Jokowi yang sederhana dan merakyat tiba-tiba membayang di pelupuk mata.

Sebelum menutup media sosial, ada baiknya menkominfo memikirkan satu hal penting.

Jika sungguh seluruh media sosial akan ditutup, di mana lagi nanti Tuan Presiden akan memajang foto-foto pencitraannya? 

Sumber : portal-islam

Subscribe to receive free email updates: