Dede Yusuf: Zaman SBY, Orang Yang Mengkritik Pemerintah Tidak Dirampas Hak-Hak nya


FAKTAMEDIA.NET - Politisi Partai Demokrat Dede Yusuf berkomentar soal sikap pemerintah yang mengancam bakal mempidanakan Veronica Koman, demonstran yang telah mengatakan bahwa rezim Joko Widodo lebih buruk daripada rezim Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Mantan Wagub Jawa Barat itu mengungkapkan, pada saat SBY masih menjabat sebagai Presiden, publik memiliki ruang luas untuk mengkritik pemerintahan.

"Waktu zaman SBY ,org yg mengkritik pemerintah tdk dirampas hak-hak nya. Lalu apakah rakyat sdh tdk boleh mengeluarkan uneg-uneg-uneg nya?," begitu kata Dede Yusuf melalui akun twitternya, @dedeyusuf_1, Jumat (12/5).

Seperti diketahui, salah satu peserta aksi di depan Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta, Selasa (9/5), diduga menyebut rezim Presiden Joko Widodo (Jokowi) lebih parah dari Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hal itu terkait vonis 2 tahun penjara yang diberikan majelis hakim kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam kasus penistaan agama.

Veronica Koman merupakan perempuan kelahiran Medan. Dia meraih gelar sarjana hukum dari kampus swasta kenamaan di Jakarta.

Vero memang aktif dalam dunia aktivis. Bahkan dia merupakan pengacara publik yang kerap berhubungan dengan isu-isu Papua, pengungsian internasional dan pencari suaka. Menurut beberapa sumber dia juga sering memberikan bantuan hukum kepada kaum miskin yang buta hukum dengan cuma-cuma.

Sumber : jitunews

Subscribe to receive free email updates: