Beda Pendapat ! Wakapolri: Kasus Kaesang Tak Bisa Diproses, Pakar Hukum: Harusnya Bisa Dong!


FAKTAMEDIA.NET - Wakapolri Komisaris Jenderal Syafruddin memastikan bahwa laporan Kaesang Pangarep tidak bisa diproses lebih lanjut. Hal ini karena  diduga kuat tidak ada unsur pidana dalam pelaporan terkait ujaran kebencian itu.

"Aduh itu mengada-ada aja itu," ujar Wakapolri Komjen Syafruddin usai bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden, Kamis (6/7).

Lantaran laporan yang dianggap mengada-ada itu, polisi tidak akan memproses lebih lanjut kasus tersebut. Dia memastikan bahwa laporan atas dasar dugaan ujaran kebencian dan pelanggaran undang-undang informasi dan transaksi elektronk itu tidak terpenuhi.

"Enggak ada kaitannya sama sekali. Enggak ada unsurnya itu," jelasnya.

Sedangkan menurut Pakar Pidana asal Universitas Juanda Bogor (UJB), Dr Muhammad Taufiq, SH, telah memenuhi unsur pelanggaran pasal UU ITE. Dia menjelaskan bahwa Kaesang telah memenuhi rumusan pasal 28 ayat (2) UU ITE tentang ujaran kebencian yang memicu SARA.

“Bunyi pasalnya begini, Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA). Jadi apa yang dilakukan Kaesang sudah memenuhi rumusan UU ITE dimaksud, jelas yang mengucapkan, jelas ditujukan pada golongan tertentu,” ujar Pengacara senior Solo, Rabu (5/7/2017).

Namun demikian, Taufiq menyangsikan Polisi akan menindak lanjuti pelaporan yang sudah dilayangkan seseorang bernama Muhammad Hidayat S, ke Polres Metro Bekasi Kota.

“Persoalan utama pada Polisinya. Di Indonesia Polisi itu hukum yang hidup, artinya Undang-undang apapun dapat dipakai untuk menghukum seseorang dan mengantarkan ke pengadilan tergantung seberapa niat dan serius Polisi bekerja,” ungkapnya.

Pimpinan lembaga hukum MT&P (Muhammad Taufiq dan Partner) di Solo itu menilai, jika Polisi serius, maka perkara suami-istri di rumah pun atau orang mencuri sandal bisa sampai ke penjara.

“Jika Polisi masuk angin, ya susah perkara bisa ke pengadilan. Posisi sekarang Polisi itu selain Penyidik juga Penuntut umum dan Hakim sekaligus,” tutupnya.

Sumber : republik

Subscribe to receive free email updates: