Polisi Larang Warga Bandung Takbiran Keliling, Netizen: Kalo Bakar Lilin Boleh?


FAKTAMEDIA.NET - Warga Kota Bandung dihimbau tidak melakukan aksi takbiran keliling karena dianggap iring-iringan kendaraan saat melakukan takbiran akan memicu gangguan lalu lintas. Himbauan tersebut diutarakan oleh Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo. Namun larangan tersebut dikritisi karena aksi bakar lilin di depan Gedung Sate malah diizinkan.

"Jadi imbauan kami, lebih baik kegiatan takbiran dilakukan di masjid saja. Usahakan tak berkeliling karena bisa mengganggu arus lalu lintas," ujarnya kepada media di Gedung Sate, Bandung pada Senin (19/6).

Ia menjelaskan, takbir keliling dapat menimbulkan gangguan lalu lintas. Apalagi, lanjutnya, bila kegiatan itu dilakukan dengan menggunakan kendaraan yang tidak sesuai standar keselamatan.

"Apalagi kalo pakai motor tak pakai helm, itu bisa fatal. Bisa kecelakaan," jelasnya.

Ia melanjutkan, pihaknya sudah menyiagakan personil di beberapa lokasi keramaian saat malam takbiran.

"Biasa keramaian itu di daerah Dago dan seputar Alun-alun. Kita udah siapkan anggota dan ada pos pengamanan yang berfungsi mengamankan kegiatan selama Operasi Ramadhan," ungkapnya.

Himbauan tersebut dikritisi oleh sejumlah netizen. Mereka mempertanyakan mengapa malah aksi bakar lilin oleh para pendukung terpidana kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) malah diizinkan.

"Sahur on the Road ulah, takbir keliling teu meunang. Ari nu taun baruan diantep, nu nyeungeut lilin di Gasibu diantep. Mana Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia teh?," kritik Denny Indrayana Taufan di laman facebooknya.

"Malam takbir kita bakar lilin saja, biar nggak dilarang," sindir Abu Mirza.

"Hehehe..hanya "himbauan",..bukan larangan...jadi boleh2 saja melakukan takbir keliling... sekalian ikut menjaga kondusifitas lingkungan...Allahu akbar walilla ilham...takbir keliling adalah methoda syiar islam.. bagian dari ibadah....Allahu akbar walilla ilham...," tulis Huzain Enal.

"Enggak usah takbiran jg, di hari biasa klo mau kecelakaan mah kecelakaan aja. Bilang aja gak suka dgn asma Allah pak, muter2 larang halus ini itu. Padahal gak suka dgn kegiatan berbau islam," tegas Desi Deasy.

"Punten pak, kawal aja sama petugas tp sebelumnya yg akan ada acara takbir keliling lapor dulu ke petugas minta di kawal (ikhlas)Masa penganten aja yg suka nerobos dikawal hehehe...," saran Eka Indra Gaia.

"Umat islam hrs bersatu,,jgn sampe umat islam d pecah belah/d adu domba oleh org2 tertentu,,karna nanti umat islam akan terbagi dua golongan.. golongan beriman sama golongan munafikin,,,tah eta nu bahaya mah nu MUNAFIKin (alias musuh dlm selimut)," tulis Kekeh Budi.

"Lalu bagaimana dengan perayaan tahun baru? bukankah sama saja dijalan mah bikin macet kenapa dibolehkan? itu kan tugas aparat untuk memfasilitasi dan mengaturnya supaya bisa berjalan tertib, kenapa dilarang ya," ujar Eris Setiawan.

"Mereka bagian dr agama kafir, hanya membolehkan acara kembang api thn baru, membolehkan aksi babi ngepet bakar lilin, jgn dengarkan pasukan dajjal, jika akan syiar takbir keliling ayo kita ramaikan asalkan tertib lalulintas terutama memakai helm demi keselamatan !!!," seru Yujenk Diego Joaquin.

"Ya Allah knp islam semakin di kucilkan di indonesia ini :( takbiran keliling itu menyambut kemenangan.. kemenangan umat islam..," sesal Ryanto Nugraha.

Sumber : bersamaislam

Subscribe to receive free email updates: