Masya Allah.. Anggota TNI Ini Tertangkap Kamera Sedang Melakukan Sesuatu Yang Tidak Biasa Di Dalam Kereta Api Listrik


FAKTAMEDIA.NET - Anggota TNI berpangkat Sersan Kepala ini membuat para penumpang kereta dan para pengguna media sosial geleng-geleng kepala dan berdecak kagum padanya. Tentara memanggul senjata api itu biasa, tapi kalau memangku mushaf al-Qur’an di tengah keramaian, tentu terlihat istimewa. Sangat berbeda, saat yang lain asyik dengan telepon genggam dan tidur masing-masing. Beliau malah asyik meraih pahala dengan terus membaca Al-qur'an dengan khusu.

Pria anggota Korps Marinir bernama Suharyanto, berdinas di Mako Pasmar-2, Jl Kwini II, Jakarta Pusat.

Bisa dipastikan, semua orang di sekitarnya, bisa mengetahui Suharyanto berprofesi sebagai dan sedang melakukan apa. Di dada kiri pria itu terlihat jelas tulisan kapital; “TNI AL”.

Inilah yang membedakan Suharyanto dengan 50-an orang di situ. Jika yang lain berpakaian sipil, ia berseragam hijau loreng dan bersepatu laras. Ya! Dia anggota Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut.

Beliau duduk di gerbong sebuah kereta rangkaian listrik. Dalam perjalanan Jakarta-Bogor itu, ia menjadi perhatian tersendiri oleh banyak penumpang.

Memang, membaca al-Qur’an seorang diri di ruang publik tampaknya kebiasaan langka di Indonesia. Tapi bagi Suharyanto itu ‘biasa saja’. Sebab ia sudah terbiasa membaca al-Qur’an di atas KRL.
Tak Sekadar Dibaca

“Jedeg jedeg… Jedeg jedeg…”

Suara khas laju kereta menemani Suharyanto yang tenggelam dalam bacaannya. Ia mengaku sudah lupa, sejak kapan mulai rajin membaca al-Qur’an di atas KRL.

Yang jelas “Sudah lama,” jawab pria berusia 34-an tahun ini diplomatis saat ditemui hidayatullah.com.


Saban hari, tuturnya, ia selalu menyempatkan diri membaca al-Qur’an. Di rumah, di kantor, termasuk di dalam KRL tiap pergi-pulang (PP) berdinas. “Alhamdulillah, tiap hari, pagi-sore (baca al-Qur’an),” tuturnya.

Ia pun mengaku, sebelum pergi kerja, selalu menyempatkan shalat subuh berjamaah di mushalla Stasiun Bojonggede, Bogor, stasiun terdekat dari rumahnya.

Habis shalat baru naik KRL. Lalu mengambil posisi nyaman langganannya, sebelah kiri gerbong dekat pintu. Jika tak kebagian tempat duduk, ia berdiri, lalu mengeluarkan mushaf dari tas ranselnya.

“Di dalam gerbong kita baca al-Qur’an sampai stasiun tujuan saya. Alhamdulillah, kalau pagi saya berangkat itu kereta enggak padat,” ungkap anggota Korps Marinir yang berdinas di Mako Pasmar-2, Jl Kwini II, Jakarta Pusat ini.

Menariknya, ia mengaku tak sekadar membaca ayat demi ayat. Tapi juga mencoba memahami maknanya. Makanya ia memilih selalu membawa mushaf al-Qur’an dan terjemahannya, termasuk hari itu.

“Jadi kata-kata yang kira-kira saya janggal, saya kira-kira asing, saya tanya (lihat terjemahan. Red) ini artinya apa,” tuturnya.

Pun demikian sepulangnya dari kantor, rutinitas serupa ia lakoni. Jika kebagian tempat duduk tentu lebih nyaman membaca al-Qur’an. Seperti siang itu saat dia “tertangkap basah” oleh  hidayatullah.com yang naik di Stasiun Cawang, Jakarta Timur.* Bersambung

Sumber : teladani

Subscribe to receive free email updates: