Jokowi ‘Promosi’ Starbucks, Rakyat Indonesia Malah Boikot Starbukcs Karena Dukung LGBT


FAKTAMEDIA.NET - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan kata sambutan pada acara Pameran World Franchise Summit Indonesia 2016. Orang nomor satu di Indonesia itu menyebutkan, seperti gerai kopi Starbucks yang sudah menguasai kota-kota di Indonesia.

“Jaman sekarang hadir tidaknya suatu waralaba sudah menjadi lambang kemajuan tingkat kota itu, apalagi untuk generasi muda, anak muda biasa kalau jalan ada Starbucks-nya tidak,” kata Jokowi di JCC, Jakarta, Jumat (25/11/2016), dilansir Okezone.

Jokowi pun terkesan mempromosikan Starbukcs dengan menyatakan jika suatu kota sudah terdapat gerai starbucks coffee maka bisa dibilang kota tersebut memiliki citra kelas internasional.

Meski Jokowi memuji Starbucks, beda dengan rakyat Indonesia yang mengkampanyekan seruan Boikot Starbukcs.

Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah menyerukan boikot terhadap produk Starbucks. Boikot itu sebagai bentuk protes terhadap pernyataan CEO Starbucks, Howard Schultz yang mendukung pernikahan sejenis.

“Sudah saatnya pemerintah Indonesia mempertimbangkan untuk mencabut izin Starbucks di Indonesia karena ideologi bisnis dan pandangan hidup yang mereka dukung dan kembangkan jelas-jelas tidak sesuai dan sejalan dengan ideologi bangsa kita yaitu Pancasila,” ujar Ketua Bidang Ekonomi PP Muhammadiyah, Anwar Abbas dalam keterangannya, Jumat (30/6/2017), dilansir detik.com.

Ormas Muhammadiyah juga meminta pemerintah untuk cabut izin Starbucks di Indonesiat. Seruan boikot tersebut juga pernah menjadi trending topic pada laman media sosial twitter.

Sumber : pekanews

Subscribe to receive free email updates: