Diejek Ahoker Karena Konsisten Bela Ulama, Inilah Doa Makjleb Natalius Pigai


FAKTAMEDIA.NET - Kegigihan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai membela ulama yang dikriminalisasi tak perlu diragukan lagi.

Bahkan sejumlah risiko besar pun ia terima sebagai konsekuensi pilihannya untuk membela dan menegakkan hak asasi para ulama tersebut. Salah satu risiko itu adalah diejek secara fisik seperti yang baru-baru ini viral di media sosial.


Alih-alih mempolisikan penghinanya, Natalius Pigai penghinanya tersebut.

Tulisan ini saya sdg menulis dari kampung halaman saya di Papua, Tanah Melanesia:

"Di Negeri ini para pemimpin memancari kesalahan saya, rakyatnya mencari kelemahan fisik. Hitam, jelek, pendek, muka setan, anjing, babi, bahkan monyet.

Saya telah menyimak dan mencatat semua, saya tahu semuanya dan identitas kalian. Sebanyak 723 orang menghina saya di Media Sosial, saya juga secara detil mencatat dari suku mana dan dari daerah mana dan marga apa. Hanya karena bekerja tulus dan penuh "cinta kasih" demi kemanusiaan meskipun berbeda keyakinan.

"Tuhan ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yg mereka perbuat. Kalau saja Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria berkehendak saya pulang kampung memimpin Papua, kalian telah menyatakan tidak cocok hidup dengan saya yg monyet dan hitam ini" terima kasih."





------

Diejek Ahoker Karena Konsisten Bela Ulama, Inilah Doa Makjleb Natalius Pigai: Tuhan Ampunilah Mereka


Diejek Ahoker Karena Konsisten Bela Ulama, Inilah Doa Makjleb Natalius Pigai: Tuhan Ampunilah Mereka

Opini Bangsa - Kegigihan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai membela ulama yang dikriminalisasi tak perlu diragukan lagi.

Bahkan sejumlah risiko besar pun ia terima sebagai konsekuensi pilihannya untuk membela dan menegakkan hak asasi para ulama tersebut. Salah satu risiko itu adalah diejek secara fisik seperti yang baru-baru ini viral di media sosial.



Alih-alih mempolisikan penghinanya, Natalius Pigai penghinanya tersebut.

Tulisan ini saya sdg menulis dari kampung halaman saya di Papua, Tanah Melanesia:

"Di Negeri ini para pemimpin memancari kesalahan saya, rakyatnya mencari kelemahan fisik. Hitam, jelek, pendek, muka setan, anjing, babi, bahkan monyet.

Saya telah menyimak dan mencatat semua, saya tahu semuanya dan identitas kalian. Sebanyak 723 orang menghina saya di Media Sosial, saya juga secara detil mencatat dari suku mana dan dari daerah mana dan marga apa. Hanya karena bekerja tulus dan penuh "cinta kasih" demi kemanusiaan meskipun berbeda keyakinan.

"Tuhan ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yg mereka perbuat. Kalau saja Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria berkehendak saya pulang kampung memimpin Papua, kalian telah menyatakan tidak cocok hidup dengan saya yg monyet dan hitam ini" terima kasih."



------

Hinaan yang diterima Natalius ini ditanggapi oleh Mahendra Datta seorang pengacara senior.




Sumber : portal-islam

Subscribe to receive free email updates: