Nasir Djamil Berharap Ahok Divonis Lebih Berat di Tingkat Banding


FAKTAMEDIA.NET - Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil menyambut baik sikap majelis hakim yang telah memvonis terdakwa kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan hukuman dua tahun penjara.

“Saya mengapresiasi putusan majelis hakim yang memvonis Ahok dua tahun dan memerintahkannya untuk menahan. Vonis ini artinya di atas tuntutan jaksa,” kata Nasir ketika dihubungi, Selasa (9/5/2017).

Meski mengapresiasi vonis yang diberikan hakim, ia mengaku masih belum puas dengan hukuman dua tahun penjara yang dikenakan kepada Gubernur DKI Jakarta itu.

“Tentu ada pihak yang puas dan tidak puas. Kalau saya sebagai bagian dari warga masyarakat, menilai vonis itu belum memenuhi rasa keadilan publik,” terangnya.

Ketidakpuasan tersebut diakuinya karena status Ahok yang menjadi pejabat pelayan publik. Seharusnya, lanjut Nasir, Ahok memberikan contoh bagaimana menjaga kerukunan antar umat beragama. Bukan malah menista agama.

Ia berharap, dalam proses banding yang diajukan Ahok, majelis hakim yang menangani perkara tersebut dapat membuka mata atas perbuatan yang dilakukan mantan politisi Gerindra itu.

“Saya mengharapkan agar majelis hakim di tingkat banding lebih lagi memiliki hati nurani saat memeriksa dan memutuskan perkara Ahok tersebut,” tegasnya.

Palu vonis atas hukuman penjara dua tahun telah diketok sesuai berkas perkara Nomor: 1537/PidB/2016/PNJktutr.

Usai menjalani persidangan selama 21 kali, hakim menilai Ahok terbukti secara sah melanggar Pasal 156a tentang penodaan terhadap agama Islam. Alasannya, ucapan yang menyitir Surat Al Maidah ayat 51 telah menciderai umat Islam, dan menimbulkan perpecahan antargolongan.

Sumber : kriminalitas

Subscribe to receive free email updates: