Luhut Pernah Sebut PKI Tidak Ada, Amien Rais : Hanya Orang Bodoh Yang Mengatakan PKI Itu Tidak Ada


FAKTAMEDIA.NET - Tokoh Nasional Amin Rais merasa bingung dengan orang yang mengatakan komunisme sudah tidak ada. Menurutnya hanya orang bodoh yang beranggapan seperti itu.

“Hanya orang bodoh yang mengatakan komunisme tidak ada,” kata Amien Rais,” katanya saat memberikan sambutan di Ruang Pengaduan Komnas HAM, Senin (08/05).

Menurutnya saat ini ada kekuatan komunisme di Negara Indonesia yang mendapat dukungan internasional.

Selain itu Mantan Ketua MPR mendukung Komnas HAM untuk bekerja membongkar aktor intelektual di belakang teror yang menargetkan para ulama di Indonesia.

“Semoga Komnas HAM dapat memberikan hadiah yang terbaik untuk umat Islam di Indonesia,” ujarnya.

Sebelumnya Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengajak semua pihak untuk cermat dan kritis, terhadap sejumlah isu yang kini mendominasi pemberitaan media massa maupun media sosial (medsos).

Ada dua isu utama yang dikritisi Luhut, pertama terkait bangkitnya Partai Komunis Indonesia (PKI). Luhut mengatakan, komunisme adalah ideologi. Dia mengamini kemungkinan adanya embrio dan oknum yang mengimani ideologi tersebut.

Namun demikian, Luhut meminta isu tersebut tidak dibesar-besarkan. "Siapa juga yang mau jadi PKI?" ucap Luhut saat memberikan sambutan dalam peluncuran buku politikus PDIP Trimedya Panjaitan di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (5/2/2017).

Masih terkait isu kebangkitan PKI, Luhut mengatakan, dirinya sudah mengkonfirmasi ke pihak TNI. Verifikasi ke lapangan juga pernah dilakukan Luhut saat menjabat Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam).

"Hasilnya, tak ada itu PKI," ucap Luhut.

Isu kedua lanjut Luhut, terkait banjir tenaga kerja asing (TKA) ilegal asal China atau Tiongkok. Diakui Luhut, hingga kini masih ada kekurangan di sana-sini karena memang banyak masalah yang ditinggalkan pemerintahan lalu.

Namun demikian, Luhut menegaskan, bahwa Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) serius mengelola negara ini. "Kalau berbeda pendapat, sah saja. Tapi kita berbeda pendapat secara intelektual. Jangan sebar berita bohong," imbuhnya.

Sumber :  sindonews

Subscribe to receive free email updates: