Kalimat "Laa ilaha illallah" Diganti Menjadi "Laa ilaha illa Tuhan", Mensos: Maksudnya Apa Diplesetkan?


FAKTAMEDIA.NET - Setelah Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyebut ada mantan Menteri dan kini menjadi Komisaris BUMN yang anti Pancasila, kini giliran Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang menyatakan ada kelompok tertentu yang ingin mengganti Pancasila dengan sistem khilafah.

Tjahjo menyatakan memiliki data video akurat mengenai mantan menteri dimaksud. Mantan menteri itu merupakan tokoh nasional di kini duduk di jajaran Komisaris BUMN era Presiden Jokowi, namun teriak anti-Pancasila.

Sementara Khofifah usai menghadiri Harlah ke-21 Ponpes Syaikh Abdul Qodir al Jailani, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Kamis (25/5), menyatakan ada pihak tertentu yang sengaja memancing masyarakat untuk membuat gaduh.

“Makanya dalam situasi seperti ini, saya berharap agar masyarakat jangan terpancing dan jangan memancing-mancing ,” kata Khofifah.

Ia menyampaikan, peledakan bom di Jakarta merupakan kesengajaan yang dilakukan untuk memancing respons masyarakat. Dengan kaya lain ada kelompok tertentu yang tidak menginginkan Indonesia tenang dan damai, termasuk ingin mengganti Pancasila dengan sistem khilafah.

“Apa yang sebetulnya mereka inginkan? Ada sekelompok ingin merubah dasar negara, merubah sistem pemerintahan ini, tolong diingatkan. Inilah tugas kita. Ini PR kita bersama.” lanjutnya.

Selain bom, kata Khofifah, saat ini sudah ada indikasi adanya kelompok yang tidak ingin Indonesia damai. Seperti, beredarnya buku Bimbingan dan Konseling untuk SMP dan MTs di Yogjakarta. Dimana dalam buku tersebut mengganti lafaz Allah dengan Tuhan.

Kemudian kata ‘Subhanallah’ diganti dengan ‘Subhana Tuhan’ dan kalimat ‘Laa ilaha illallah’ juga diganti dengan ‘Laa ilaha illa Tuhan’. Padahal, buku tersebut merupakan buku untuk anak yang menginjak masa remaja.

“Sementara di usia tersebut, anak-anak tengah mencari jati dirinya. Jika menerima hal-hal yang buruk. Maka itu akan merusak generasi-generasi bangsa. Jangan hanya dinas pendidikan. Aparat juga harus bertindak, maksudnya apa itu kok diplesetkan,” tutupnya.

Sumber : aktual

Subscribe to receive free email updates: