Jalankan Amanat Presiden, Jasa Marga dan PLN Siap Jual Aset


FAKTAMEDIA.NET - Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu meminta untuk sekuritisasi aset dengan tujuan agar aset yang dimiliki BUMN bisa dijual pihak swasta. Nantinya dari hasi penjualan akan dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur di daerah lainya. Merespons hal tersebut Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengaku siap menjalankan sekuritisasi aset sebagaimana yang diperintahkan oleh Presiden Joko Widodo. Hal itu disampaikan langsung oleh Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan Kementerian BUMN Pontas Tambunan.

Dirinya mengatakan, ada dua perusahaan milik BUMN yang siap melakukan sekuritisasi aset pada tahun ini. Dua perusahaan tersebut yaitu PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT PLN (Persero). "Untuk sekuritisasi aset ada Jasa Marga dan PLN," kata Pontas dalam media Outing, di Wikasatrian, Bogor, Jumat (28/4/2017) Pontas melanjutkan, aset Jasa Marga yang akan dijual kepada pihak swasta tersebut ada di beberapa ruas.

Salah satunya adalah ruas tol milik Jasa Marga yang ada di dalam tol lingkar luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR) "Jasa Marga ada di JORR yang minority (minoritas), mungkin antara Mei ke Juni. karena ada persiapan," jelasnya Sementara itu, untuk aset PLN yang akan dijual, dirinya belum membeberkan secara lengkap terkait hal itu.

Namun secara umum, Pontas mengatak akan ada penjualan aset pembangkit kepada pihak pengembang listrik swasta (Independent Power Plan/IPP). "Aku denger sedikit-sedikit ya, sekuritisasi itu akan masuk kalau ada penggarapan yang lebih fix, PLN kan ini punya partner IPP," jelas Pontas Pontas menambahkan, bahwa sekuritisasi aset akan dilakukan oleh BUMN sesuai dengan kondisi pasar yang ada.

Akan tetapa ada pertimbangan juga mengenai berapa besar potensi investor yang akan masuk. "Pasarnya disesuaikan, kan ada obligasi, dan Sekuritisasi, karena sekuritisasi (BUMN) ini baru jadi belum cepet launching, kenapa baru, karena belum banyak yang masuk. Karena (pertimbangan) Investor itu masuk ke pasar harus dapat kepastian secondary market. Ada pasar berikutnya yang mau menampung, jadi persiapan harus sedemikian rupa," jelas Pontas.

Sumber : okezone

Subscribe to receive free email updates: