Faizal Assegaf : FPI Perlu Ajarin Ahoker Berdemokrasi Secara Tertib dan Beradab


FAKTAMEDIA.NET - Harus jujur diakui bahwa Aksi Bela Islam yang dimotori oleh Habib Rizieq dan sejumlah ulama telah menyuguhkan pendekatan gerakan massa yang solid, santun dan super damai.

Keberhasilan gerakan bernuansa religi tersebut tidak lepas dari peran besar Front Pembela Islam (FPI) serta ormas Islam lainnya. Tentu membuat rakyat bangga dan memberi simpatik.

“Berbeda dengan kelompok loyalis Ahok, yang setiap kali melakukan aksi massa menimbulkan keceman dan menuai cemoohan publik,” ujar Ketua Progres 98, Faizal Assegaf kepada edunews.id, Jum’at (12/5/2017).

Faizal mengatakan, wajah mereka tampak sangar, gemar mengotori jalan dengan sampah, merusak taman, berorasi penuh caci-maki, bertengkar rebutan makanan dan bertindak brutal serta anarkis.

“Tidak salah bila muncul saran dari berbagai kalangan agar FPI perlu mengajari loyalis Ahok berdemokrasi secara tertib dan beradab,” kata aktivis senior tersebut.

Sebab, lanjut Faizal, para loyalis kotak-kotak yang selama ini mengklaim pembela Pancasila, konon sangat toleran dan anti radikalisme, terbukti justru sangat bobrok serta memalukan.

“Mereka harus berbesar hati untuk belajar lebih banyak dari FPI dan ormas-ormas Islam yang kian hari menunjukan kemampuan serta kualitas dalam berdemokrasi,” imbuh Faizal.

Harus disadari, terkadang hikmah dan pelajaran datang dari pihak yang dibenci secara membabi-buta lantaran gelapnya nurani dan kebodohan.

“Oleh sebab itu, loyalis Ahok yang sebagian besar adalah kader misionaris dan kaum liberalis, mesti berbuka diri guna memetik pelajaran berdemokrasi secara elegan dan visioner dari FPI,” sambung Faizal.

Terlebih sesama anak bangsa, Faizal mengatakan tentu sangat elok bila bersikap fair dan saling mengakui keunggulan yang positif guna membangun kehidupan berbangsa secara sehat.

“Jika tidak segera mengubah perilaku politik dan cara berdemokrasi yang beradab, maka sudah pasti loyalis Ahok akan termarginal dari dinamika kemajuan zaman dan kemajemukan Indonesia,” ujarnya mengakhiri.

Sumber : edunews

Subscribe to receive free email updates: