Umat Islam Diteror, 19 Juta Muslim Akan Padati Jakarta pada 19 April ?


FAKTAMEDIA.NET - Menjelang jadwal Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta pada 19 April 2017, suasana ibukota Indonesia tersebut semakin memanas. Sejumlah peristiwa teror yang ditujukan kepada ummat Islam yang menentang terdakwa penista agama Basuki Tjahaja Purnama terjadi di sejumlah lokasi. Salah satunya peristiwa pemboman mobil yang dilakukan di dekat mesjid Cawang yang akan menjadi lokasi acara Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj. Acara yang menghadirkan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Syihab dan dihadiri ribuan umat Islam tersebut diteror oleh sejumlah oknum yang melakukan aksinya pada Minggu (16/4). Setelah umat Islam diteror, beredar info bahwa sekitar 19 juta muslim akan padati Jakarta pada 19 April untuk kawal Pilkada karena rawan kecurangan.

Selain itu keadaan juga semakin memanas dengan maraknya pembagian sembako yang dilakukan oleh Tim pemenangan Ahok-Djarot di wilayah RT 6 RW 5, Mampang Prapatan 2, Jakarta Selatan. Paket sembako tersebut berisi minyak goreng, tepung dan beras yang dijual hanya dengan harga Rp 5 ribu.

Setelah kejadian yang disinyalir dilakukan oleh sejumlah oknum pendukung Basuki, di sejumlah grup whatsapp beredar seruan bahwa sebanyak 19 juta muslim dari seluruh penjuru tanah air akan padati Jakarta untuk mengawasi kecurangan yang akan terjadi di semua Tempat pemungutan Suara (TPS) di DKI Jakarta.

Dalam seruan tersebut disebutkan bahwa sebagian dari mereka dikabarkan sudah tiba di Jakarta tanpa menggunakan atribut apapun dan masuk layaknya warga biasa, tanpa seragam putih ataupun bendera dan spanduk. Dikabarkan pula, di Jakarta mereka telah tinggal di rumah sejumlah saudaranya masing-masing.

"Mujahidin Jogja sudah mulai memasuki Jakarta dan menyebar di rumah sanak famil. Gimana dengan provinsi yang lain?," isi pesan berantai yang beredar sejumlah aktifis pembela Islam pada Senin (10/4).

Dalam pesan berantai tersebut disebutkan bahwa semua muslim akan menjaga ketat semua Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di seluruh Jakarta.

"Targetnya 19 juta. Kita kepung Jakarta pada tanggal 19 April," demikian isi pesan berantai yang tidak diketahui pengirim pertamanya tersebut. Walapun belum bisa dipastikan kebenarannya, namun hingga kini, pesan tersebut sudah beredar luas hingga ke sebagian besar group whatsapp yang beranggotakan para aktifis pembela Islam.

Menanggapi pesan berantai tersebut, sejumlah netizen memberikan pandangannya.

"Kalau Muslimin mulai melakukan tindakan dan berjihad itu hal yang wajar karena para pemimpin negeri ini sudah tidak amanah tidak bisa menjalankan Tugasnya. Saatnya Ummat Islam turun sendiri mengawal semuanya. Karena kecurangan yang nyata dan kelicikan serta pembusukan sudah dipertontonkan. Biarkan media2 kafir berteriak kita tetap menjalankan apa yang perlu kita lakukan," tulis salah satu netizen bernama Abu Riezqa Wa Alya di laman facebook-nya.

"Putih kan jakarta dg bersatunya umat islam dari seluruh penjuru Indonsia, ALLAAAHHU AKBAAARR," ujar Reandi Wahabu.

"Penundaan tuntutan JPU terhadap si ahox sudah jelas menutup harapan muslim terhadap penegakan keadilan oleh rezim amirul kazzab. klo perang solusi terakhir, knp tidak? Mudah2an ini bukan hoax.
perang lebih baik ketimbang harga diri diinjak terus. yg takut mati itu klo ga munafik ya kafir," ungkap Dadang Zaenal Muttaqin.

"Lanjutkan perjuangan sampe ahox dipidanakan. jgn sampe ahox2 lain berani menghina kaum muslim. ALLAHU AKBAR," tegas Sari Indriyawati.

Sumber : bersamaislam

Subscribe to receive free email updates: