Netizen Heboh ! Bukti Video Kecurangan Bank DKI Dukung Ahok-Djarot Tersebar di Internet !


FAKTAMEDIA.NET - Artis senior Marisa Haque rupanya begitu geram dengan kecurangan sistematis yang dilakukan oleh pasangan calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua BaSuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot Saiul Hidayat melalui program Kartu Jakarta Lansia (KJL), sebuah program yang pembahasannya penah diajukan oleh DPRD sebesar Rp. 1 juta per kepala namun ditolak mentah-mentah oleh Ahok. Anehnya, tiba-tiba kini justru dijadikan program unggulan masa kampanye pemilihan Gubernur DKI Jakarta.

Melalui akun twtternya, Marisa mengunggah BUKTI kecurangan yang dilakukan oleh Bank DKI dan pemprov DKI Jakarta.



Bukti kecurangan BANK DKI dukung Ahok-Jarot pasangan No.2, parah! Harus segera ditindak!: Marissa Haque Ikang Fawzi

Dalam video tersebut, nampak sejumlah warga lansia datang ke Bank DKI untuk membuka rekening baru namun ternyata sesampainya di sana, para lansia kaget saat dijelaskan bahwa pembukaan rekening tidak terkait dengan program KJL.

Sebelumnya diketahui dalam program KJL, para lansia dijanjikan dana sebesar Rp. 600.000 yang akan disalurkan  melalui bank DKI. Bagi warga yang belum memiliki rekening di Bank DKI, maka mereka wajib membuka rekening simpeda Bank DKI.

Hal inilah yang akhirnya dinilai oleh sebagian warga sebgai bentuk penipuan yang dilakukan oleh paslon Ahok-Djarot. Pasalnya petugas Bank DKI mengatakan mereka tidak mengetahui adanya program KJL namun mereka tetap memproes pembukaan rekening baru. Alih-alih mendapat uang Rp. 600.000, warga justru harus merogoh kocek sebesar Rp. 50.000 sebagai saldo awal setoran.

"Uang yang udah masuk tidak bisa dikembalikan lagi. Tau gitu kan buat beli beras," tutur seorang warga yang kesal.

Kuatnya indikasi bahwa program KJL adalah program ilegal dan sarat nuansa politik uang, dikuatkan oleh pernyataan Wakil Ketua DPRD M. Taufik.

"Program KJL tidak ada di anggaran 2017. Yang ada malah sebelumnya kita (DPRD -red) memang pernah mengusulkan dana Rp. 1 juta per lansia, tapi itu ditolak sama Ahok. Akhirnya KJL tidak masuk APBD. Nah sekarang pertanyaannya, Nanti mau pakai duitnya siapa? Udahlah nggak usah bohong terus. Kasian rakyat," tutur Taufik, Kamis 13 April 2017.

Jika tidak tercantum dalam APBD dan Ahok-Djarot ngotot untuk tetpa meloloskan proggram KJL, artinya program tersebujt menggunakan uang pribadi

"Berarti kalau pakai uang pribadi, itu namanya politik uang."

Sumber : portal-islam

Subscribe to receive free email updates: