Mengapa Ahok Tak Dipenjara? Baca Analisis Intelijen Presiden IIBF Ini!


FAKTAMEDIA.NET - Presiden Indonesia Islamic Business Forum (IIBF) Heppy Trenggono menganggap terkatung-katungnya kasus penistaan Al-Quran Surah Al-Maidah 51 dengan tersangka Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok disebabkan oleh efek mengerikan yang ditimbulkan jika Ahok dipenjara. Baginya, kasus ini berkaitan erat dengan penguasa hari ini.

Menurutnya, kerumitan dan efek mengerikan dari kasus ini jika sampai memenjarakan Ahok berdampak pada PDIP, Joko Widodo, pengembang dan para taipan. Artinya, banyak orang besar di belakang Ahok yang akan terkena imbasnya.

"Persoalan Ahok ini bagi polisi, Jokowi, dan PDIP sangat rumit, jauh lebih rumit dari yang kita bayangkan. Kalau hanya perspektif hukum, Ahok tinggal diciduk dari kemarin-kemarin," kata Heppy melalui pesan tertulis di Jakarta, Kamis (6/4/2017).

Heppy menjelaskan, kelompok tersebut berpikir keras dan berusaha merekayasa sedemikian rupa. Sebab, jika Ahok dipenjara, bagi PDIP ini bisa menjadi “tsunami” kejatuhan politik. Sementara bagi pengembang yang telah mengucurkan investasi puluhan triliun bisa menjadi keruntuhan bisnis, seperti Podomoro yang sahamnya bisa hancur.

Bagi Jokowi, lanjutnya, ini bisa menjadi ancaman berat. Bukan tidak mungkin Ahok akan menyeret Jokowi sebagaimana Nazaruddin menyeret Anas Urbaningrum. Dan yang paling besar dampaknya adalah bagi gerakan politik yang sedang dilakukan oleh sekelompok taipan yang ingin menguasai Indonesia.

"Para taipan ini telah berhasil mendudukkan Jokowi. Langkah 2019 adalah menguasai dengan lebih masif lagi. Jika Ahok menang di DKI, 2/3 kemenangan sudah mereka kantongi," tegas Heppy.

Ditegaskan oleh Heppy, dengan menangnya Ahok, nantinya akan menjadi bukti bahwa mereka bisa mengalahkan segala bentuk perlawanan yang ada di negeri ini. Menguasai Indonesia lebih sederhana ketimbang menguasai DKI.

Sehingga apabila Ahok jatuh, paparnya, ini akan menjadi kemunduran luar biasa bagi mereka. Kejatuhan Ahok juga akan menjadikan kekuatan Islam dan Nasionalis terkonsolidasi, yang sasaran utamanya adalah kembali kepada UUD 1945.

"Jika Indonesia kembali ke UUD 1945 yang asli, maka kekuasaan tidak akan mungkin mereka rebut. Beruntung Allah berikan hadiah melalui Al-Maidah 51, inilah kebangkitan Indonesia," pungkas Heppy.

Sumber : rilis

Subscribe to receive free email updates: