Fahri Hamzah Tantang Polisi Berlaku Adil Segera Proses Hukum Penghina Gubernur NTB

Ilustrasi
FAKTAMEDIA.NET - Polisi diminta harus cepat menindak pelaku penghinaan rasial kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi dan Istri Erica Zainul Majdi oleh seseorang penumpang di Bandara Changi Singapura tanpa harus menunggu aduan. Terakhir diketahui penghina tersebut yaitu mahasiswa Indoneisa di Singapore yang bernama Steven Hadisurya Sulistyo

Demikian disampaikan wakil ketua DPR RI Fahri Hamzah lewat info tercatat pada redaksi, Jumat (14/4).

" Penghinaan etnis pada seorang memang dapat dijerat dengan pasal penghinaan sesuai KUHP pasal 315. Namun, sesudah diundangkannya UU No 40 tahun2008 tentang Penhapusan diskriminasi Ras dan etnis maka penghinaan etnis bukan lagi delik aduan, " lebih politisi PKS itu.

Menurut Fahri, walau Gubernur NTB sudah memaafkan pelaku serta pelaku sudah mohon maaf, namun karena UU penghapusan diskriminasi ras serta etnis jadi aksi itu tak dapat dihentikan.

Diluar itu, Fahri juga berpendapat kalau aksi oknum penumpang yang mengejek Gubernur NTB dengan kalimat yang sangat tak layak itu tak saja menyinggung individu gubernur namun semua warga negara yang terasa mempunyai jati diri yang sama.

" Maka, polisi tak bisa nunggu sebab penghinaan serta diskriminasi ini dirasa oleh banyak orang. Jadi, ia bukanlah delik aduan. Polisi dapat segera bertindak agar segera melakukan penegakan hukum pada pelaku, " tegas Fahri.

Seperti dikabarkan, Gubernur Zainul Majdi mendapat perlakuan tak mengasyikkan dari seorang calon penumpang asal Indonesia waktu ada di Bandara Changi, Singapura dengan hinaan rasial.

Peristiwa ini berlangsung pada Minggu (9/4) lalu sekitaran jam 14. 30 saat setempat. Waktu itu, Zainul atau yang umum disapa Tuan Guru Bajang (TGB) serta istrinya tengah antre di counter Batik Air yang ada di Bandara Changi. TGB akan bertolak menuju Jakarta.

Mendadak dari arah belakang, nampak seorang yang lalu melontarkan memprotes lantaran terasa antre lebih dahulu. Si pria mengira TGB segera masuk ke antrean. Padahal TGB cuma sesaat meninggalkan antrean untuk bertanya pada petugas. Dia meninggalkan sang istri untuk tetaplah ada dalam baris antrean. Persoalan ini hanya dipicu salah paham.

Persoalan antrean ini lalu bikin si pria menyampaikan kalimat hinaan yang begitu kasar pada TGB. Karena kalimat makian tersebut teramat kasar, TGB lalu mengadukan masalah tersebut ke petugas Bandara Soekarno-Hatta, setiba dia di Jakarta.

Tetapi belakangan, TGB pilih memaafkan pria berinisial SHS tersebut . SHS juga sudah mohon maaf serta mengaku kesalahan melalui secarik surat bermeterai.

Sumber : rmol

Subscribe to receive free email updates: