Terang-Terangan Mengkritisi Ahok, Sekarang KPK Incar Fahri Hamzah


FAKTAMEDIA.NET - Kasus korupsi RS Sumber Waras sudah terang benderang hasil audit BPK terbukti ada kerugian negara Rp 191 Miliar. Tapi KPK bersikukuh "TIDAK ADA NIAT JAHAT".

Kasus Mega Korupsi e-KTP, 37 Anggota Komisi II DPR disebut terlibat termasuk Gubernur DKI saat ini. Tapi KPK berdalih "TIDAK BERPERAN AKTIF".

MALAH SEKARANG... KPK mengincar FAHRI HAMZAH.

Ya. Fahri mungkin menjadi MUSUH BEBUYUTAN KPK, yang selalu merecoki KPK terutama dalam kasus yang menyeret nama AHOK.

Fahri selalu dan tak bosan mengingatkan publik tentang KASUS SUMBER WARAS, KASUS SUAP REKLAMASI, KASUS TEMAN AHOK, dan terbaru KASUS E-KTP.

Fahri bakan menantang KPK untuk buka-bukaan dalam Kasus e-KTP yang menyeret nama Ahok.

Bukannya melayani tantangan Fahri, sekarang KPK malah mengincar Fahri dan menyeretnya dalam Kasus Pajak.

Dalam persidangan Kasus Pajak nama Fahri Hamzah (dan Fadli Zon) disebut-sebut. Bahkan KPK terlihat sangat responsif akan menindaklanjuti.

KPK Tindak Lanjuti Nama Fadli Zon dan Fahri Hamzah di Sidang Pajak
http://news.detik.com/berita/3452471/kpk-tindak-lanjuti-nama-fadli-zon-dan-fahri-hamzah-di-sidang-pajak

APAKAH FAHRI GENTAR???

Melalui cuitan di akun twitternya, Fahri menjawab TEROR ini.

Berikut cuitan Fahri Hamzah, Rabu (22/3/2017) pagi:

- Coba lihat cara kerja PR KPK...sampah dibawa ke ruang sidang....sekedar untuk meneror...

- Orang umumnya tidak melihat kejanggalan dalam cara kerja KPK...saya sudah menyaksikan luar dalam.

- KPK tidak segan2 mengintip hidup orang yang dianggap kritis kepada mereka..dicari celah untuk dilumpuhkan.

- Lobby gedung KPK dan ruang sidang sudah berkali dipakai untuk mengaitkan saya dengan perkara...

- Alhamdulillah, saya tidak berubah dan tidak akan berubah...kritik saya kepada KPK niatnya baik...

- Setiap saya menghadapi makar, saya bercermin diri. Dan bertanya, "apakah saya penjahat dan merupakan bagian dari masalah?".

- Alhamdulillah, saya masih memiliki keyakinan bahwa niat saya baik bagi negeri ini, bagi setiap jengkal tanahnya dan setiap manusianya...

- Sembari memohon hidayah Allah, saya berjalan dengan keyakinan...perkara ada yg tidak senang itu urusan lain..

- Saya ingin sampaikan catatan kecil soal kelakuan KPK di kasus pajak ini yg memaksa-nya masuk ruang sidang...

- Pertama, OTT terhadap Handang terjadi tanggal 21 November 2016 tahun lalu.

- Maka dimulailah penyidikan atas kasus ini dengan aktor-aktor inti yang sudah diungkap adalah sebagai berikut...

1. Ken Dwijugiasteadi dipanggil Ken adalah Dirjen Pajak yang masih menjabat sampai sekarang.

2. Handang Soekarno (Kasubdit Bukti Permulaan Direktorat Penegakan Hukum Ditjen Pajak). Artinya dia.ini penyelidik pajak.

3. Arif Budi Sulistyo, Direktur Operasional PT Rakabu Sejahtera (Adik Ipar presiden Jokowi) yg juga masih Berkuasa.

4. Ramapanicker Rajamohanan Nair (Mohan). Direktur PT EK Prima Ekspor (Terdakwa).

5. MUHAMMAD HANIF. kakanwil pajak daerah khusus yang mengantar arief bertemu dirjen pajak untuk lobby PT EKP.

- Tidak ada satupun dari.manusia.ini yang saya kenal.

- Break dulu...saya take off dari surabaya...


(BERLANJUT)

Coba lihat cara kerja PR KPK...sampah dibawa ke ruang sidang....sekedar untuk meneror... https://twitter.com/KompasTV/status/844332822005399552 

Subscribe to receive free email updates: