Sudah Hidup Tak Sejahtera, Kenaikan TDL 2017 Makin Menyengsarakan Rakyat


FAKTAMEDIA.NET - Pemerintah tahun ini sudah menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) untuk kapasitas 900 volt ampere (VA) dari yang semula sebanyak 22,9 juta pelanggan rumah tangga menjadi 4,05 juta.

Padahal, kelompok masyarakat yang dicabut subsidinya itu tak semua dari kalangan mampu, seperti yang diklaim pemerintah. Justru mereka adalah kelompok yang tingkat kesejahteraannya itu rendah.

“Menurut kami, mereka (yang subsidinya dikurangi) adalah masyarakat yang tingkat kesejahteraannya paling rentan terdampak, akibat adanya kenaikan satu atau sekelompok komponen biaya hidup, dalam hal ini listrik. Jadi mereka itu bukan dari kalangan mampu,” cetus Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal kepada Aktual.com, ketika dihubungi Aktual.com, di Jakarta, Rabu (8/3).

Sehingga, kata dia, dengan kondisi tersebut, sudah pasti akan menggerus daya beli masyarakat yang selama ini diandalkan untuk mengatrol pertumbuhan ekonomi.

Di tahun lalu pun, menurutnya, dengan kondisi perlambatan ekonomi yang terjadi daya beli masyarakat sudah menurun. Beberapa indikator sudah terlihat. Dengan ditambah beban kenaikan TDL di 2017 ini, maka kian menjadi beban masyarakat saja.

“Karena faktanya, saat ini kalau kita lihat dari beberapa indikator, seperti penjualan eceran, penjualan motor dan lainnya, khususnya selama setahun terakhir, sudah semakin lemah atau alami pertumbuhan negatif. Kondisi itu berbeda dibanding di tahun-tahun sebelumnya. Makanya, dengan kebijakan ini (kenaikan TDL), sudah pasti akan sengsarakan masyarakat,” papar dia.

Ditambah lagi, kata Faisal, dalam dua tahun ini inflasi cenderung rendah, tahun lalu 3,02 persen, sangat mungkin itu juga indikasi melemahnya demand dan purchasing power.

“Tapi untuk inflasi kelompok bahan-bahan pangan masih cenderung tinggi inflasinya. Dan dengan kenaikan TDL ini, inflasi tahun ini bisa lebih tinggi,” jelasnya.

Sumber : aktual

Subscribe to receive free email updates: