MENGHARUKAN !!! SBY Rela Tumbalkan Anak Demi Rakyat, Yang Bikin Kubu Lawan "KALANG KABUT"


FAKTAMEDIA.NET - Dulu ambo termasuk orang yang sangat menyayangkan ( baca tidak suka) pada SBY, berkaitan dengan kebijakannya mencalonkan Agus-Sylviana dari Partai Demokrat mengikuti Pilkada DKI. Tidak suka lantaran waktu itu, yang ada dibenak saya SBY ini kok tidak henti hentinya ingin berseteru terus dengan Prabowo.

“Wah gawat ini, pasti voter yang ingin menghambat langkah Ahok akan terbelah belah,” begitu ambo membaca dan meramalkan bahwa dimajukannya Agus-Sylvi pada Pilkada DKI akan menguntungkan kubu Ahok.

Ternyata apa yang ambo duga salah, SBY luar biasa, Strateginya SBY memang cerdas, rapi dan terukur.

Mencalonkan putranya sebagai gubernur dan rela mengorbankan karir militer putranya. Itupun kata kita bahwa SBY mengorbankan karir anaknya.

Barangkali kita lupa bahwa SBY punya Partai Demokrat, mau dimana kamana sepenuhnya berada ditangan SBY. Agus adalah putra mahkota, pangkat Jendral mungkin bagi semua alumni AKABRI terbuka kesempatan untuk meraihnya. Tapi tidak semua Jendral mampu melahirkan partai besar, semirip Partai Demokrat.

Memenangi Pilkada DKI bukanlah menjadi tujuan utama. Baginya mungkin sebagai sasaran antara, ada yang jauh lebih dahsyat dari itu.

Dengan menampilkan 3 calon, SBY tidak mau spekulatip dan kecolongan peluang bila paslon hanya diikuti 2 saja , bisa-bisa dengan dukungan pemerintah dan jajarannya Ahok dengan mudah bisa direkayasa untuk meraih lebih dari 51+1 . Tapi dengan adanya 3 calon maka sangat susah Paslon no. 2 bisa direkayasa untuk memperoleh lebih dari 50% suara, terlihat sekarang hasil strategi jitu SBY mulai Nampak.

SBY berhasil memecah konsentrasi lawan, mereka sibuk mengatur strategi agar elektabilitas SBY dan AHY merosot tajam.

Nah ketika grand design itu sdh berjalan dengan Rapi dan berhasil menghambat ambisius kubu Ahok yang sesumbar akan memenangkan Pilkada satu putaran. Tertarik kah SBY menerima tawaran kubu lawan yang membuka pintu selebar lebarnya untuk koalisi memenangkan Ahok?

Dalam politik tidak ada yang abadi, yang abadi adalah kepentingan. Tapi untuk kali ini saya dan anda harus yakin SBY tak akan termakan rayuan maut dari kubu Ahok.

Alasannya, bagi SBY Pilkada bukan target. Saya ulangi bukan target, melainkan sasaran antara. SBY pasti tak ingin mencederai kepercayaan umat Islam di tanah air.

Penulis : Yuharzi Yunus

Subscribe to receive free email updates: