Innaa lilLaahi… Menag Angkat Nasaruddin Umar Penyanjung Anand Krishna Jadi Imam Besar Masjid Istiqlal


FAKTAMEDIA.NET - Prof. KH. Nasaruddin Umar diangkat untuk menggantikan KH Ali Mustafa Yaqub sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal.

Nasaruddin Umar adalah orang yang menyanjung Anand Krishna (orang bukan Islam) lewat kata pengantar buku  Anand berjudul Surah-Surah Terakhir Al-Quranul Karim bagi Orang Modern, sebuah apresiasi, dengan kata pengantar Dr Nasaruddin Umar MA pembantu rektor IV IAIN Jakarta (sekarang UIN –Universitas Islam Negeri), terbitan PT GramediaPustaka Utama, Jakarta.  Padahal buku Anand Krishna itu menuduh Nabi Muhammad mengajarkan kemusyrikan, dengan ditulis: Nabi Muhammad pun pernah mengatakan, “Aku adalah Ahmad tanpa mim”. Berarti, Akulah Ahad, Ia Yang maha Esa! ((halaman 43).

Pernyataan Anand Kreshna itu adalah kemusyrikan diatas namakan Nabi Muhammad SAW, dan untuk menerjemahkan surat Al-Ikhlash yang justru menegaskan tauhid..

Namun buku yang sangat menyesatkan dan membahayakan bagi umat Islam itu dipuji oleh Nasaruddin Umar sebagai berikut:

Kutipan: Dalam buku ini Pak Anand Krishna ingin mengingatkan kepada kita semua bahwa bukan aspek mistisnya surah-surah ini yang perlu ditonjolkan, melainkan penghayatan maknanya yang begitu dalam dan komprehensif. (kata pengantar Dr Nasruddin Umar MA, halaman xviii).

Dari situ dapat dilihat, betapa menipunya dan menjerumuskannya, isi kata pengantar yang ditulis Nasaruddin Umar itu. Hanya saja nasib Anand Krishna kemudian kejeblos divonis penjara dalam kasus pelecehan sex, sedang Nasaruddin Umar justru kini diangkat dan dikukuhkan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, menggantikan Prof Ali Mustafa Yaqub.

Umat Islam kembali disakiti oleh Lukman untuk kesekian kalinya. Setelah menjajakan tari bali (bermuatan menyambut dewa-dewa alias aqidah kemusyrikan) dengan menginjak-injak sajadah untuk shalat dalam acara HAB Ultah Kemenag 3 Januari 2016 lalu, kini Masjid Istiqlal giliran dipersilakan untuk diimam besari oleh penyanjung tokoh kemusyrikan.

Inilah beritanya.

***

Nasaruddin Umar Jadi Imam Besar Masjid Istiqlal

Rep: Syahrudin El Fikri/ Red: Maman Sudiaman, Jumat, 22 Januari 2016, 17:57 WIB

Prof Dr Nasaruddin Umar

Prof Dr Nasaruddin Umar, dikukuhkan sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Mantan wakil menteri agama (wamenag) RI, Prof Dr Nasaruddin Umar, dikukuhkan sebagai imam besar Masjid Istiqlal, Jakarta. Pengukuhan itu dilakukan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Jumat (22/1), di Jakarta.

Dalam keterangannya kepada Republika.co.id, Nasaruddin menyatakan, jabatan yang diembannya kali ini merupakan amanah yang cukup berat. Prof Nasaruddin berharap bisa melaksanakan amanah tersebut dengan baik.

“Mohon doanya, semoga saya bisa melaksanakan dan menjalankannya dengan baik dan amanah,” ujarnya kepadaRepublika.co.id, baru-baru ini. Adapun imam besar Masjid Istiqlal sebelumnya dijabat oleh Prof Dr KH Ali Mustofa Yakub.

Dalam kesempatan ini, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin juga mengukuhkan Muzammil Basyuni sebagai ketua pengelola Masjid Istiqlal. Jabatan ini sebelumnya dipegang oleh Drs H Mubarok./ republika.co.id

***

Anand Kreshna mengacak-acak Al-Qur’an tapi dipuji Nasaruddin Umar
Berikut ini akan kami kemukakan contoh-contoh ungkapan Anand Kreshna yang mengandung masalah dalam bukunya yang berjudul Surah-Surah Terakhir Al-Quranul Karim bagi Orang Modern, sebuah apresiasi, dengan kata pengantar Dr Nasaruddin Umar MA pembantu rektor IV IAIN Jakarta (sekarang UIN –Universitas Islam Negeri), terbitan PT GramediaPustaka Utama, Jakarta. Kami akan mengutip secukupnya, kemudian kami beri tanggapan singkat.

Kutipan: Menurut beberapa riwayat, Nabi Muhammad pun pernah mengatakan, “Aku adalah Ahmad tanpa mim”. Berarti, Akulah Ahad, Ia Yang maha Esa! Juga, “Aku adalah Arab tanpa ‘ain”. Berarti, Akulah Rabb –Ia Yang Maha mencipta, Maha Melindungi, Maha Menguasai! (halaman 43).

Tanggapan: Ini ada berbagai persoalan. Pertama, riwayat itu harus jelas, karena perkataan Nabi SAW itu harus jelas periwayatannya. Kedua, perkataan yang diatas namakan sabda Nabi SAW itu isinya merupakan bentuk kemusyrikan dan bertentangan dengan ayat Al-Qur’an: Katakanlah: “sesungguhnya aku ini (Muhammad) hanya seorang manusia.seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Maha Esa.” (QS Al-Kahfi/ 18: 110).

Pernyataan Anand Kreshna itu adalah kemusyrikan diatas namakan Nabi Muhammad SAW, dan untuk menerjemahkan surat Al-Ikhlash yang justru menegaskan tauhid..

Kutipan: Dalam buku ini Pak Anand Krishna ingin mengingatkan kepada kita semua bahwa bukan aspek mistisnya surah-surah ini yang perlu ditonjolkan, melainkan penghayatan maknanya yang begitu dalam dan komprehensif. (kata pengantar Dr Nasruddin Umar MA, halaman xviii).

Tanggapan: Pujian itu sangat jauh dari kenyataan. Isi buku ini jauh dari makna dan maksud ayat-ayat yang ia jelaskan itu.

Dengan mengetahui latar belakang seperti ini, maka para Ulama dan Ummat Islam yang memperjuangkan agamanya agar tidak terkecoh oleh orang-orang yang sebenarnya musuh Islam namun duduk di lembaga resmi seakan mengurusi Islam. Banyak musang berbulu ayam, dan kokoknya berbunyi nyaring. Waspadalah wahai sauara-saudaraku!

Subscribe to receive free email updates: