Ahok Jamin 3-4 Jam Banjir Surut, Warga Kembangan Sudah 2 Hari Kebanjiran


FAKTAMEDIA.NET - Warga RW 01 Kembangan Utara, Jakarta Barat sudah dua hari ini mengalami kebanjiran. Kenyataan ini berbeda dengan janji Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) yang menjamin banjir di Jakarta akan surut dalam tiga sampai empat jam.

Pantauan di lokasi, banjir di RT 07/01, Kembangan Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat saat ini masih setinggi 50 cm. Sebagian warga masih bertahan di pengungsian dan sebagian lainnya berjaga di rumah karena khawatir barang mereka hilang dicuri.

"Yah kalau kita ninggalin, nanti barang kami di curi lagi," tutur Rian (51), warga RT 07/01, Kembangan Utara, Rabu (22/2/2017).

Di rumah petaknya yang berukuran 10x4 meter ini Rian tinggal sendiri sejak malam tadi. Sementara istri dan dua anaknya ditempatkan mengungsi di Musala Nurul Muslimin yang lokasinya hanya berjarak 50 ‎meter dari lokasi banjir.

Lain halnya dengan Halimah (54), warga lainnya. Dia memilih bertahan karena banjir masih terbilang cukup wajar, meskipun sebagian dapur rumahnya sudah mulai terendam. Sekalipun akses menuju rumahnya cukup sulit di lakukan.

Meski demikian untuk berjaga jaga agar barangnya tak rusak. Halimah telah memindahkan perabotan elektronik ke lantai dua rumahnya. "Soalnya kalau banjir di kawasan ini bisa sampai dua hari," ucapnya.

Baik Rian maupun Halimah mengatakan banjir yang merendam kawasan Kembangan Utara disebabkan karena tanggul Kali Angke Lama yang belum rampung di perbaiki. Akibatnya setiap kali hujan besar, mereka selalu digenangi air. "Kami berharap ada perbaikan dari pemerintah," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Ahok mengaku banjir terjadi karena belum semua sungai selesai dinormalisasi. Namun Ahok menjamin banjir tidak akan mencapai 12 jam karena dalam 3-4 jam akan lekas surut.

"Kalau satu sungai belum semua di normalisasi, pas airnya tinggi ya tembus. Tapi saya jamin tidak lebih dari 12 jam, 3-4 jam surut," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat 17 Februari 2017 lalu.

Sumber : sindonews

Subscribe to receive free email updates: