Warga Dayak Se-Samarinda Bela FPI. Pendemo FPI Kabur


FAKTAMEDIA.NET - Beredar isu, markas Front Pembela Islam (FPI) di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), akan diserang oleh sekelompok orang, Rabu (25/01/2017).
Mewaspadai isu yang menyebar di media sosial itu, masyarakat Samarinda dari berbagai kalangan dikabarkan berbondong-bondong melakukan tindakan antisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Informasi yang dihimpun dari hidayatullah.com, sejak sekitar Rabu siang, massa dengan berbagai atribut kedaerahan dan keormasan di Ibu Kota Kaltim itu melakukan penjagaan markas FPI di bilangan Jalan Gerilya.
Mereka bermaksud mengantisipasi isu bahwa Sekretariat DPW FPI Kaltim tersebut akan diserang. Masyarakat berharap Samarinda dan Kaltim tetap tenang. Aparat keamanan juga telah melakukan tindakan antisipasi.
“Ada isu penyerangan ke markas FPI dari kubu yang menolak FPI, akhirnya masyarakat bersama yang lain melindungi FPI,” ujar salah seorang warga Kaltim yang namanya dirahasiakan kepada hidayatullah.com Jakarta, Rabu malam.
“FPI didukung dari masyarakat setempat dan Pemuda Pancasila, Laskar Merah Putih, Dayak, dan banyak OKP lainnya,” lanjut pria yang juga salah satu aktivis di Samarinda ini.
Sebelumnya, dikabarkan berlangsung unjuk rasa sekelompok orang di depan kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda, yang menyampaikan penolakan FPI, Rabu siang.
Isu yang sempat berkembang, massa aksi tersebut disebut-sebut akan melakukan penyerangan terhadap markas FPI.
 SAMARINDA TETAP KONDUSIF
Sementara, situasi Samarinda yang kabarnya sempat mencekam kembali kondusif. Pihak kepolisian menyatakan Samarinda tetap aman.
Sekitar pukul 16.50 WITA, Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Eriadi, mendatangi lokasi berkumpulnya masyarakat yang menjaga markas FPI, media setempat melaporkan. Kapolres langsung mengajak pimpinan ormas untuk berdiskusi terkait situasi itu.
Pihak kepolisian menyatakan tidak ada penyerangan tersebut, tidak terjadi bentrokan apapun, dan massa telah membubarkan diri. Sejumlah tokoh masyarakat dan warga setempat lainnya belum angkat bicara soal itu saat dihubungi media ini, Rabu malam.

NETIZEN DUKUNG FPI

Sedangkan, masyarakat pengguna internet (netizen) menyatakan dukungannya kepada FPI. Netizen pun mengimbau berbagai pihak untuk tetap menjaga suasana kondusif Samarinda, Kaltim, dan Indonesia umumnya.
“Semoga saudaraku di sana aman damai selalu. Ingatlah kita sedang diadu domba. Allahu Akbar,” tulis netizen dengan akun Ajiman Muzdalifah di media sosial Facebook menyikapi isu itu.
Anggota organisasi masyarakat mendukung FPI berfoto di depan kantor Gubernur Kaltim di Samarinda, tampak pada foto yang menyebar di media sosial.
Netizen dengan akun HAMBA ALLAH [email protected]_40 menyinggung provokator di balik isu tersebut.
“Ga mungkin ada asap klo ga ada api. Bertahun tahun laskar FPI di Samarinda damai” aj dngan suku dayak. Cari provokator nya.Gajauh si anu!,” tulisnya di Twitter, Rabu.
Pengguna medsos dengan nama Raffa Disa, yang mengaku tinggal di Samarinda, pada Rabu, mengunggah sejumlah foto yang menampakkan kerumunan massa dan aparat Polisi/TNI tampak berjaga-jaga di sekitar sebuah bangunan bertingkat.
“Kantor FPI Samarinda yang kami jaga dan diamankan…,” tulisnya sebagai keterangan 13 foto yang diunggahnya, sekitar 5 jam sebelum berita ini naik tayang. Kaltim selama ini dikenal sebagai wilayah yang tenang dan damai.*
Sumber : razhack

Subscribe to receive free email updates: