Puji Ahok Pemberani, Budiman Soedjatmiko Langsung BUNGKAM Saat Ditantang Membuktikannya


FAKTAMEDIA.NET - Budiman Soedjatmiko, anggota legislatif dari Fraksi PDI Perjuangan, dengan gagah menuliskan alasannya menjagokan Jokowi dan Ahok.

Melalui akun twitternya @budimandjatmiko, aktivis mahasiswa era 90an ini berkicau lantang.

Budiman menulis, ia mendukung dan menyukai Presiden Jokowi, dikarenakan sederhana, dan menyukai Ahok karena dianggapnya berani.

“Knp saya suka pak @jokowi? Dia sederhana. Knp saya suka Ahok? Dia berani. Jelas kan? Saya mustahil suka yg gak spt itu..Itu yg kita butuhkan” tulis @budimandjatmiko, Sabtu 31 Desember 2016.

Knp saya suka pak @jokowi? Dia sederhana. Knp saya suka Ahok? Dia berani. Jelas kan? Saya mustahil suka yg gak spt itu..Itu yg kita butuhkan

Tak disangka, kicauan Budiman dijawab oleh Elisa Sutanudjaja, seorang pemerhati masyarakat urban perkotaan dan aktivis sosial yang selalu vokal menyuarakan penderitaan masyarakat yang menjadi korban kebijakan sepihak pemerintah.

“Sdh berani gusur ruko2 & rumah2 tanpa IMB di Pulau C dan D yg tak punya Perda Zonasi itu belum? Sudah ya?” balas @elisa_jkt dengan
pertanyaan.

Sdh berani gusur ruko2 & rumah2 tanpa IMB di Pulau C dan D yg tak punya Perda Zonasi itu belum?
Sudah ya? https://twitter.com/budimandjatmiko/status/815072724393476096 

Mendapat tonjokan "telak" dari Elisa, yang juga berprofesi sebagai arsitek, Budiman pun terdiam.

Budiman memilih tidak merespon kicauan menohok Elisa.

Namun balasan postingan dari Elisa Sutanudjaja rupanya tidak dibalas oleh Budiman Sudjatmiko, bahkan sebuah akun milik @wanita_pejuang hanya menulis satu kata *hening* karena kecewa menunggu jawaban dari Budiman tidak kunjung datang menjawab pertanyaan dari @elisa_jkt.

Seorang netizen lain juga kecewa dengan tindakan Budiman.

"Kalau gak berani jawab kang budi menurut sy gak usah ngomong keberanian," tulis akun @Trieslove.

Elisa Sutanudjaja, perempuan yang sempat mengkritik keras Keuskupan Agung Jakarta karena dianggap pasif dalam menanggapi isu kemanusiaan dikenal sebagai seorang arsitektur dengan sederet penghargaan sebagai bukti prestasinya. Pada bulan April 2010 menerima penghargaan Jenesy Young Leadership Program, pada bulan Juni 2010 menerima ASEF 2ND URBNET, dan Mei 2013 menerima penghargaan dari Eisenhower Fellowship.

Elisa juga dipercaya Unesco memegang proyek senilai 1 juta US Dollar, untuk revitalisasi Kota Tua dan situs Museum Dunia untuk Indonesia dan Afganistan.

Budiman sendiri saat ini duduk di komisi II yang membidangi pemerintahan dalam negeri, otonomi daerah, aparatur negara dan agraria. Juga sebagai salah satu pengurus pengurus steering commite dari Social Democracy Network in Asia (Jaringan Sosial Demokrasi di Asia).

Sumber : portalpiyungan

Subscribe to receive free email updates: