Hati-hati! Ajakan Tour Gratis & Pemaksaan tetap Bekerja pada Hari Pencoblosan Pilgub DKI Jakarta


FAKTAMEDIA.NET - Sebelumnya beredar pemberitahuan agar berhati-hati dengan ajakan dari beberapa orang yang akan mengajak untuk melakukan tour gratis selama beberapa hari sebelum dimulainya hari pencoblosan Pilkada DKI yang akan dilakukan pada tanggal 15 Februari 2017.

Bahkan dalam edaran yang tersebar di berbagai sosial media tersebut, mengingatkan jika ajakan tersebut akan dilakukan di luar Jakarta, dan akan disampaikan jika mereka akan kembali sehari sebelum dimulainya pencoblosan. Namun di dalam edaran mengingatkan jika nanti pada hari pencoblosan, angkutan mereka akan diperlambat dan akan diusahakan agar para peserta tour gratis sampai di Jakarta sesudah pencoblosan selesai.

Awalnya beberapa anggota berbagai grup merasa kurang yakin, bahkan melihatnya terkesan mengada, namun semua itu ternyata mulai muncul di permukaan, seperti yang disampaikan ke redaksi pembawaberita.com

Seorang warga dari Cidodol Baru Kelurahan Grogol Selatan, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, menyampaikan jika sebuah majelis Taklim di kompleks daerahnya mendapatkan tawaran untuk mengikuti kegiatan Tour Gratis untuk mengunjungi situs-situs Walisongo.

Kegiatan yang dinamakan Ziarah Wali Songo ini, akan dilaksanakan mulai tanggal 14 – 16 Februari 2017, namun warga tersebut, tidak mengetahui siapa yang menyelenggarakan, hanya saja ada tawaran datang.

Bahkan tour gratis tersebut, bukan hanya untuk kunjungan Ziarah Wali Songo, namun juga kunjungan ke tempat wisata Raja Ampat di Papua tanggal 13 – 17 Februari 2017, dengan cukup membayar biaya sebesar Rp. 5 juta, sementara biaya untuk berlibur selama 5 hari di Raja Ampat, bisa mencapai 3 kali lipat.

“Ini upaya penggembosan bagi para pemilih DKI Jakarta, karena kita tahu jika Ahok-Djarot selama kampanye dan kunjungan ke wilayah, selain di usir juga tidak diterima oleh warga,” ujar Abdullah Kelrey, Ketua Indonesia Youth Solidarity.

Dullah bahkan mencurgai jika warga yang akan pergi bisa saja suaranya sudah diwakili oleh “seseorang” yang tidak diketahui asal dan siapa orangnya tersebut.

“Ingat banyak KTP ganda yang dimiliki oleh warga negara lain, khususnya dari China, namun alamat dan nama justru milik warga Jakarta,” ujar Dullah, mengingatkan ketika seorang warga dari Kepulauan Seribu tiba-tiba saja nama dan alamat KTP-nya dimiliki oleh seseorang yang beretnis Tionghoa.

Bahkan bukan hanya undangan tour gratis, salah satu karyawan di perusahaan swasta juga mengatakan jika dirinya mendapat tugas dari kantor pada tanggal 13 sampai dengan tanggal 17 Februari.

“Ketika diminta untuk dijadwalkan ulang, karena tanggal 15 ada pencoblosan, pihak kantor tidak mau tahu,” ujar sumber pembawaberita.com

Menurut Dullah sebaiknya pemerintah melakukan kelonggaran dengan memberikan cuti atau libur khusus untuk daerah yang sedang melakukan pemilihan tepat pada hari pencoblosan.

Sumber : pembawaberita

Subscribe to receive free email updates: