'Fitsa Hats': Yang Ngetik BAP itu Polisi, Kenapa Habib Novel yang Ente Bully?


FAKTAMEDIA.NET - "Yang nulis BAP itu polisi, kenapa Habib Novel yang ente bully?"

"Si Novel kan harusnya baca sebelum tanda tangan. Udah tahu salah kok masih mau tanda tangan?"

"O gitu ya? Masih ingat kejadian 'I Dont Read What I Sign' ???"

#MendadakAmnesia :v

Kalaupun misalnya Habib Novel salah karena typo, namun itu kesalahan sepele. Dan Anda membully secara luar biasa.

Sedangkan Jokowi melakukan kesalahan besar. Dia menandatangani surat yang tidak dibacanya, dan itu berpengaruh besar terhadap kebijakan pemerintah RI. Dan ente maklum saja terhadap kesalahan besar seperti itu.

Gerombolan TANPA SUMBU memang hobi mempermasalahkan hal sepele demi membela junjungan. Sebaliknya, mereka rela mengabaikan hal-hal besar demi membela junjungan.

DASAR MENTAL PENJAJAH !!!!

(by JONRU)

***

Analisa soal 'Fitsa Hats':

1. Yang mengetik BAP adalah polisi bukan saksi yang diwawancara, maka secara lisan tentu saja suara yang keluar dari mulut saksi adalah Fitsa Hats, soal bentuk tulisan ditanyakan saja ke
petugas yang mengetik.

2. Apakah saksi buta huruf sama sekali..? sehingga tidak bisa membaca apa yang ditulis..? maka silahkan ditanyakan kepada ybs apakah dia memeriksa dengan hati-hati setiap kata yang sudah diketik tersebut sebelum ditanda-tangani.

3. Kesimpulan :"Saya kira dia malu karena dia bilang tidak boleh dipimpin oleh orang yang nggak seiman, yang kafir," kata Ahok (detikcom), muncul dari Ahok sendiri yang merasa mengetahui isi hati saksi.

4. Yang paling penting, soal 'Fitsa Hats' sangat kecil pengaruhnya terhadap kebenaran kesaksian, yang penting untuk digali adalah: apakah Ahok benar-benar mengucapkan perkataan soal Al-Maidah tersebut di Pulau Seribu.? apakah ini suatu ketidak-sengajaan..? apakah ucapan tersebut termasuk kategori penistaan agama Islam..?

Mari fokus kesana, dan umat Islam cukup menonton lawakan pendukung Ahok yang meributkan soal sepele ini..

Subscribe to receive free email updates: